Gelaran Madani Film Festival 2020 menghadirkan 40 film menarik dari dalam dan luar negeri. Salah satu program yang dihadirkan adalah “Filming Afghanistan”, yang menayangkan film Afghanistan pilihan yang menceritakan potret kehidupan masyarakat Muslim di tengah tantangan situasi konflik.

Dalam program Filming Afghanistan ini, Madani Film Festival bekerjasama dengan Eastcinema, yang selama ini bergerak mengangkat film-film dari wilayah yang identik dengan konflik dan kekerasan seperti Suriah, Palestina, dan Afghanistan.

Film-film Afghanistan ini dipilih karena selama ini Afghanistan identik sebagai daerah konflik yang seram. Hadirnya film-film Afghanistan ini juga untuk mengapresiasi karya para pekerja seni perfilman karena tetap memproduksi film di daerah konflik, yang tentunya tidak mudah. Banyak karya yang bisa kita temukan dari daerah konflik tersebut yang secara teknis tidak kalah dari wilayah-wilayah lain.

Sofia Setyorini, penggagas East Cinema, mengatakan dalam konferensi pers daring Madani Film Festival 2020, “Kenapa Filming Afghanistan? Tidak yg lain? Membuat film bukan lagi hal mudah di Afghanistan karena meresikokan nyawa mereka. Dan itu real. Kalau kita ngomong rediscovery, kenapa tidak kita discovery Afghanistan yang jarang dibicarakan? Di kepala kita terpatri Afghanistan itu seram. Penting menghadirkan film dari wilayah konflik. Kita mencoba discover melalui perbincangan kita dengan sutradaranya. Bagaimana tekanan itu berpengaruh terhadap kualitas film?”

Madani Film Festival 2020 menghadirkan tiga film pilihan yang bisa kalian tonton, yaitu Water, Elephantbird, dan The Lady with Purple Shoes. Berikut sinopsisnya:

Water

Film berjudul Water ini disutradarai oleh Sayed Jalal Rohani. Film pendek ini bercerita tentang Marzia, seorang korban perdagangan manusia berusia delapan tahun. Orang tuanya menjualnya kepada seorang pria yang memimpin kelompok pemulung di Kabul. Marzia dan banyak anak lainnya bekerja untuk ketua kelompok yang mempekerjakan mereka sebagai pengemis dan pemulung.

Suatu hari, ketika mencoba mengambil kaleng kosong, dia melihat seorang guru sedang mengajar murid-muridnya tentang air. Dia mencoba untuk ikut belajar dari lubang kaca jendela yang pecah di kelas, sementara di malam hari dihukum karena tidak mengumpulkan cukup sampah.

Elephantbird (2018)

Film ini diutradarai oleh Amir Masoud Soheili. Sebuah bus sedang dalam perjalanan melintasi jalur pegunungan ke Kabul. Setiap orang di dalam bus memiliki alasan dan tujuan masing-masing dalam melakukan perjalanan ini. Seorang lelaki tua bepergian untuk memberikan hadiah seekor kalkun kepada cucunya, sebagai keinginan terakhirnya sebelum meninggal. Namun, jalan utama yang dilalui bus tersebut dihadang oleh pemberontak. Rombongan bus ini memutuskan untuk menggunakan jalan alternatif yang tidak aman, dan masih ada kemungkinan ditangkap oleh pemberontak lainnya. Berhasilkah mereka sampai ke tujuan?

The Lady with Purple Shoes (2019)

Disutradarai oleh Sayed Jalal Rohani, film ini bercerita tentang seorang wanita muda Afghanistan yang sangat ingin memiliki lebih banyak keintiman seksual dengan suaminya. Namun karena usia sang suami yang sudah tua, dia tidak mampu memenuhi kebutuhan seksual sang istri. Oleh karena itu, sang wanita meninggalkan suami dan putri satu-satunya, berharap menemukan kehidupan lain di jalanan Kabul Afghanistan – berharap memenuhi gairahnya yang sedang membara.

Film Afghanistan pilihan tersebut meramaikan Madani Film Festival tahun ini. Kalian bisa mengakses dan nonton film-film tersebut secara gratis dengan mendaftarkan diri ke tautan madanifilmfest.kwikku.com mulai tanggal 20 November sampai 4 Desember 2020. Jangan sampai terlewat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here