Al-Imam Ahmad bin Harb rahimahullah berkata:

عَبَدْتُ اللهَ خَمْسِيْنَ سَنَةً فَمَا وَجَدْتُ حَلاَوَةَ العِبَادَةِ حَتَّى تَرَكْتُ ثَلاَثَةَ أَشيَاءٍ تَرَكْتُ رِضَى النَّاسِ حَتَّى قَدِرْتُ أَنْ أَتَكَلَّمَ بِالحَقِّ، وَتَرَكْتُ صُحْبَةَ الفَاسِقِيْنَ حَتَّى وَجَدْتُ صُحْبَةَ الصَّالِحِيْنَ، وَتَرَكْتُ حَلاَوَةَ الدُّنْيَا حَتَّى وَجَدْتُ حَلاَوَةَ الآخِرَةِ.

“Aku beribadah kepada Allah selama 50 tahun, tapi aku tidak mendapatkan manisnya ibadah, sampai aku meninggalkan tiga perkara:

(1) Aku tinggalkan mencari ridho manusia, hingga aku mampu mengatakan yang benar.

(2) Aku tinggalkan pertemanan dengan para pendosa, hingga aku berteman dengan orang-orang saleh.

(3) Aku tinggalkan manisnya dunia, hingga aku mendapatkan manisnya Akhirat.”

[Siyar A’lamin Nubala, 9/99]