بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:

‏العمر بآخره، والعمل بخاتمته، ومن أساء في آخر عمره؛ لقي ربه بذلك الوجه.

“Umur ditentukan oleh akhirnya, dan amal ditentukan oleh penutupnya.

Dan siapa yang berbuat buruk di akhir umurnya, maka dia akan berjumpa Rabb-nya dengan bentuk seperti itu.”[Fawaidul Fawaid, halaman 342]

 

Sehingga jangan terkagum pada amalan kita saat ini. Karena akhir hayat itulah penentunya, apakah benar kita bisa istiqamah.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

« لاَ عَلَيْكُمْ أَنْ لاَ تُعْجَبُوا بِأَحَدٍ حَتَّى تَنْظُرُوا بِمَ يُخْتَمُ لَهُ فَإِنَّ الْعَامِلَ يَعْمَلُ زَمَاناً مِنْ عُمْرِهِ أَوْ بُرْهَةً مِنْ دَهْرِهِ بِعَمَلٍ صَالِحٍ لَوْ مَاتَ عَلَيْهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ ثُمَّ يَتَحَوَّلُ فَيَعْمَلُ عَمَلاً سَيِّئاً وَإِنَّ الْعَبْدَ لِيَعْمَلُ الْبُرْهَةَ مِنْ دَهْرِهِ بِعَمَلٍ سَيِّئٍ لَوْ مَاتَ عَلَيْهِ دَخَلَ النَّارَ ثُمَّ يَتَحَوَّلُ فَيَعْمَلُ عَمَلاً صَالِحاً وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْراً اسْتَعْمَلَهُ قَبْلَ مَوْتِهِ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ قَالَ « يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ ثُمَّ يَقْبِضُهُ عَلَيْهِ »

“Janganlah kalian terkagum dengan amalan seseorang sampai kalian melihat amalan akhir hayatnya. Karena mungkin saja seseorang beramal pada suatu waktu dengan amalan yang saleh, yang seandainya ia mati maka ia akan masuk Surga. Akan tetapi ia berubah dan mengamalkan perbuatan jelek.

Mungkin saja seseorang beramal pada suatu waktu dengan suatu amalan jelek, yang seandainya ia mati maka akan masuk Neraka. Akan tetapi ia berubah dan beramal dengan amalan saleh. Oleh karenanya, apabila Allah menginginkan satu kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan menunjukinya sebelum ia meninggal.” Para sahabat bertanya,“Apa maksud menunjuki sebelum meninggal?” Nabi ﷺ menjawab: “Yaitu memberikan ia taufik untuk beramal saleh, dan mati dalam keadaan seperti itu.” [HR. Ahmad, 3: 120, 123, 230, 257 dan Ibnu Abi ‘Ashim dalam As-Sunnah 347-353 dari jalur dari Humaid, dari Anas bin Malik. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth dalam Tahqiq Musnad Imam Ahmad mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih sesuai syarat Shahih Bukhari – Muslim. Lihat pula Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1334. Hal yang sama dikatakan oleh Syaikh Al-Albani]

Oleh karenanya, penting sekali amalan yang kontinu dan menjadi akhir hidup dengan penutup terbaik, yaitu husnul khatimah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here