Presiden Jokowi merasa kecewa berat atas penanganan Covid-19 yang kian memburuk. Kekecewaan itu didasarkan pada angka penambahan kasus Covid-19 yang terus meningkat pesat, sedangkan tingkat kesembuhan justru cenderung menurun.

“Ini semuanya memburuk, semuanya,” ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas pembahasan Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, di Istana Merdeka, pada Senin, 30 November 2020 lalu.

Pada kesempatan itu pula, Jokowi sempat menyentil Jawa Tengah dan DKI Jakarta yang saat ini menjadi dua provinsi dengan angka peningkatan kasus yang cukup deras.

“Jawa Tengah dan DKI Jakarta agar dilihat betul-betul kenapa peningkatannya begitu sangat drastic,” kata Jokowi

Diketahui, per November 2020, rata-rata kasus aktif Covid-19 di Indonesia memang meningkat 13,41%. Malahan, pada bulan November kemarin, Indonesia berkali-kali memecahkan rekornya sendiri terkait angka pertambahan kasus harian.

Pada 13 November 2020, misalnya, jumlah penambahan kasus harian mencapai 5.444 kasus. Lalu, puncaknya adalah tertanggal 29 November 2020, jumlah penambahan kasus harian mencapai 6.267 kasus.

Sehari setelah Presiden Jokowi merasa kecewa, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dikabarkan positif terjangkit virus corona. Kabar ini disampaikan oleh pihak Pemprov DKI Jakarta.

“Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengkonfirmasi bahwa dirinya dinyatakan positif terpapar virus COVID-19,” demikian dikabarkan Pemprov DKI lewat situs PPID Jakarta, Selasa (1/12).

Dirilis detik.com, Anies dinyatakan positif Corona setelah hasil tes swabnya keluar pada dini hari tadi. Sebenarnya, Anies menjalani tes usap (swab test) antigen pada 29 November dengan hasil negatif. Sehari setelahnya, Anies menjalani swab test PCR sebagai konfirmasi atas swab test antigen. Hasil swab test diterimanya pada dini hari, dan hasilnya adalah positif COVID-19.

“Hasil tes PCR menyatakan bahwa saya positif COVID-19,” kata Anies.

Apakah kekecewaan Jokowi, pecahnya rekor Covid-19 di bulan November, dan Gubernur Anies yang positif corona merupakan sebuah kebetulan?

Entahlah.

Yang pasti, November kemarin adalah bulan yang penuh ontran-ontran. Di bulan itu pula, telah terjadi kerumunan massa di Ibu Kota (sekitarnya) secara massif dan kontinyu yang belum pernah sedahsyat sebelumnya di masa pandemi begini ini. Namanya adalah klaster petamburan. Dan, sayangnya, Anies diketahui sempat bertandang ke sana sebelum dinyatakan positif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here