Mungkin ada yang pernah dengar bahwa berbicara atau ngobrol saat makan itu tidak boleh. Bahkan, beberapa orang tua memarahi anaknya ketika bicara saat makan. Alasan palarangannya macam-macam: ada alasan mitos, tradisi, sampai kesehatan. Pertanyaannya, bagaimana dalam pandangan Islam. Apakah bicara saat makan dibolehkan atau tidak.

Imam al-Nawawi dalam kitab al-Adzkar membuat sub bab khusus tentang masalah ini. Beliau membuat judul, bab istihbab al-kalam ‘ala al-tha’am /bahasan tentang anjuran bicara ketika makan. Imam al-Nawawi membolehkan bicara saat makan. Beliau mengutip beberapa alasan.

Pertama, dalam hadis riwayat dijelaskan bahwa:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلَ أَهْلَهُ الْأُدُمَ ، فَقَالُوا: مَا عِنْدَنَا إِلَّا خَلٌّ . فَدَعَا بِهِ فَجَعَلَ يَأْكُلُ بِهِ وَيَقُولُ: نِعْمَ الْأُدُمُ الْخَلُّ ، نِعْمَ الْأُدُمُ الْخَلُّ

Artinya:

“Nabi SAW meminta ‘udm (lauk pendamping makanan pokok) kepada istrinya. Para istri Rasulullah menjawab: kita tidak punya apa2 melainkan khil (cuka). Maka Nabi pun meminta dibawakan cuka tersebut dan makan dengan cuka itu. Kemudian beliau bersabda, ‘udm yang paling nikmat adalah cuka.. udm yang paling nikmat adalah cuka.. “ (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah berbicara saat makan. Beliau bicara dalam konteks memuji makanan yang dihidangkan padanya. Dari hadis ini, para ulama memahami, selain dibolehkan bicara, kita dianjurkan untuk memuji makanan yang kita makan dan dilarang untuk mencaci dan menghina masakan yang kita makan.

Kedua, selain hadis di atas, Imam al-Nawawi juga mengutip pandangan Imam al-Ghazali yang mengatakan:

من آداب الطعام أن يتحدثوا في حال أكله بالمعروف ويتحدثوا بحكاية الصالحين في الأطعمة وغيرها

“Di antara adab makan adalah berbicara pada saat makan dengan cara yang baik dan menceritakan tentang kisah-kisah orang shaleh pada saat makan dan lain2.”

Kendati dibolehkan, kita harus ingat, yang dibolehkan adalah menceritakan kebaikan. Jangan menceritakan keburukan pada saat makan. Kalau bisa ceritakanlah kisah-kisah orang shaleh pada saat makan. Atau kisah-kisah mereka tentang makanan dan lain-lain. Apalagi kalau makan bersama keluarga. Berbagi kisah kebaikan pada saat makan bersama tentu bisa memotivasi anak-anak untuk menjadi orang baik. Selain itu, berbicara dengan pelan dan santai, supaya tidak menganggu proses makan dan merusak kesehatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here