Dalam menjalani hubungan rumah tangga, selalu saja ada perasaan cemburu pada salah satu pasangan. Rasa cemburu itu bisa disebabkan oleh banyak hal. Biasanya, rasa cemburu timbul karena salah satu pasangan sibuk terhadap sesuatu yang lain, sehingga pasangannya merasa diabaikan. Misalnya, seorang laki-laki bisa saja cemburu pada istrinya, karena istrinya lebih fokus merawat tanaman, ketimbang perhatian terhadap suaminya.

Cemburu adalah sesuatu hal yang bisa. Bahkan, menurut Prof. Quraish Shihab, cemburu itu harus. Cemburu pupuk cinta. Kalau tidak ada cemburu, berati sudah tidak ada cinta. Jadi kalau pasangan kita masih punya rasa cemburu, itu artinya dia masih cinta.

Dalam kajian Shihab dan Shihab tersebut, Prof. Quraish mengisahkan bahwa istri Rasulullah juga pernah cemburu kepada Nabi Muhammad. Rasulullah pernah berkata kepada Aisyah, “Saya tahu kalau kamu lagi senang dan marah kepada saya. Kalau kamu marah kepada saya, ketika kamu berucap menyebut Tuhan, kamu katakan demi Tuhannya Ibrahim. Tapi kalau kamu senang, kamu katakan, demi tuhamu wahai Muhammad.”

Rasulullah pun dalam sebuah riwayat juga pernah dihinggapi rasa cemburu. Ketika masuk rumah beliau menemukan seorang laki-laki di dalam rumahnya. Aisyah langsung menjelaskan kepada Rasulullah bahwa laki-laki itu adalah saudaranya. “Wahai Rasulullah, ini saudara saya, jangan salah paham,” Begitu kira-kira ujar Aisyah.

Penulis tafsir al-Misbah itu menambahkan, Tuhan pun juga cemburu. Mengapa? Karena Dia sangat cinta terhadap manusia. Dia ingin manusia selalu mendekatkan diri kepada-Nya. Ketika manusia durhaka, Tuhan cemburu. Tuhan menciptakan ujian kepada manusia, agar manusia selalu ingat dan berdoa kepada Allah SWT.

“Cinta, kata orang, menciptakan cemburu agar dia tumbuh berkembang,” Ujar Prof. Quraish Shihab.

Jadi kita tidak perlu khawatir kalau pasangan kita sedang cemburu. Berilah dia perhatian dan kasih sayang agar tidak salah paham. Meskipun cemburu itu boleh, tentu kita dilarang cemburu berlebihan hingga melanggar batas syariat. Cemburu sambil maki-maki atau memukul misalnya.