Ada dua Ka’bah yang dipercaya menjadi rumah Allah berdasarkan nash Al-Quran dan hadis. Selain Ka’bah yang dibangun di Mekah,  ada satu lagi Ka’bah yang menjadi arah kiblat penduduk langit. Ka’bah di langit tersebut bernama Baitul Makmur dan terletak di langit ketujuh.

Layaknya Ka’bah di dunia, Baitul Makmur juga dikelilingi oleh malaikat setiap hari untuk melakukan tawaf. Berdasarkan hadis Nabi, letak Ka’bah di langit ini sejajar dengan Ka’bah yang berada di bumi. Sebagaimana penduduk bumi memakmurkan Ka’bah dan menjadikanya sebagai kiblat, penduduk langit juga memakmurkan Baitul Makmur.

Nabi Muhammad SAW pernah melihat langsung Baitul Makmur ketika melaksanakan Isra Mikraj untuk menjemput perintah salat. Sesampainya di langit ketujuh, Nabi bersama Malaikat Jibril disambut oleh Nabi Ibrahim As. Ketika itu sang Rasulullah melihat Baitul Makmur dikelilingi ribuan malaikat. Kisah ini diceritakan oleh Nabi dalam hadisnya:

“Lalu aku melihat Baitul Makmur. Akupun bertanya kepada Jibril. Ia menjawab: “Ini adalah Baitul Makmur, setiap hari tempat ini dikunjungi oleh 70.000 Malaikat untuk melakukan salat di sana. Setelah mereka keluar, mereka tidak akan kembali lagi ke tempat ini.” (HR Bukhari dan Muslim).

Meski demikian, tidak ada yang dapat mengetahui jumlah malaikat secara pasti kecuali hanya Allah sendiri, sebagaimana firman-Nya:

Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu, kecuali Dia sendiri.” (QS al-Muddatstsir: 31).

Setelah itu, Allah mengutus para malaikatnya ke bumi untuk membangun sebuah rumah yang sama seperti Baitul Makmur, yaitu Ka’bah yang kini berada di tengah masjidil Haram. Lalu Allah memerintahkan kepada malaikat yang ada di bumi dan makhluk lainnya untuk tawaf di rumah tersebut sebagaimana penghuni langit yang tawaf di Baitul Makmur. Demikianlan Allah menciptakan Baitul Makmur sebagai tempat beribadah para penghuni langit, dan Kakbah  di bumi sebagai tempat bertobat dan beribadah para penghuni bumi.

(AN)