Batal haji karena pandemi Covid-19 mungkin mengecewakan banyak orang. Namun ini harus kita maklumi bersama. Pasalnya ancaman bahaya yang akan ditimbulkan dari berangkat haji di tengah wabah lebih besar dari pada pahala haji yang didapat.

Walaupun batal haji, jangan bersedih, masih banyak ibadah lain yang pahalanya setara dengan ibadah haji, bahkan umrah. Beberapa amalan ini dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam beberapa hadisnya. Walaupun demikian, amalan ini tidak dapat menggantikan kewajiban haji bagi yang telah mampu. Dan juga, orang yang mengamalkan beberapa ibadah berikut tidak bisa disebut sebagai Pak Haji atau Bu Haji. hehe

Berikut amalan yang pahalanya setara ibadah haji:

Pertama, shalat subuh berjamaah lalu beritikaf sambil menunggu terbitnya matahari, lalu dilanjutkan dengan shalat sunnah dua rakaat.

Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis dari Anas bin Malik yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam Sunan at-Tirmidzi:

عن أنس بن مالك أن رسول الله  صلى الله عليه وسلم  قال: ((مَنْ صَلَّى الْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ، ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ))، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  صلى الله عليه وسلم : «تَامَّةٍ، تَامَّةٍ، تَامَّةٍ»))

Artinya, “Dari Anas bin Malik RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang melaksanakan shalat fajar (subuh) berjamaah, kemudian dilanjukan dengan duduk dan berdzikir hingga terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat, maka baginya pahala yang setara pahala haji dan umrah.” Rasul SAW kemudian bersabda, “sempurna, sempurna, sempurna.” (H.R at-Tirmidzi)

Lalu, bagaimana dalam kondisi sekarang, ketika kita tidak bisa beribadah shalat jamaah di masjid, apakah melaksanakan amalan ini di rumah tetap mendapatkan pahala yang sama? Jawabnya, iya. Sehingga amalan ini tidak hanya bisa dilakukan di masjid, tetapi bisa juga diamalkan di rumah bersama keluarga.

Kedua, menghadiri majelis ilmu. Dalam sebuah hadis Imam at-Thabrani disebutkan,

فقد روى أبو أمامة أن رسول الله – صلى الله عليه وسلم   قال: ((من غَدا إِلَى الْمَسْجِد لَا يُرِيد إِلَّا أَن يتَعَلَّم خيرا أَو يُعلمهُ كَانَ لَهُ كَأَجر حَاج تَاما حجَّته))

Artinya, “Abu Umamah telah meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang berangkat ke masjid, tidak ada hal yang dicari kecuali belajar hal-hal yang baik, atau mengajar orang lain, maka baginya pahala orang yang berhaji dengan sempurna.” (H.R at-Thabrani)

Dalam hadis di atas memang dicontohkan dengan berangkat ke masjid. Namun di tengah pandemi sekarang, ketika belajar bisa dilakukan di manapun, dengan teknologi informasi yang berkembang, maka belajar tidak hanya bisa dilaksanakan di masjid.

Para ulama zaman dahulu gemar sekali mengembara ke tempat yang jauh hanya untuk belajar. Hal ini karena mereka terinspirasi dari sabda Rasulullah SAW:

من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له طريقا إلى الجنة؟

Artinya, “Orang yang melakukan perjalanan hanya untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya menuju surga.”

Hal ini berarti, bahwa pahala mencari ilmu atau belajar tidak hanya setara dengan pahala ibadah haji, melainkan bisa lebih banyak dari pahala haji.

Ketiga, melaksanakan shalat fardhu lima waktu berjamaah di masjid.

Jika masa pandemi sekarang tidak bisa melaksanakannya di masjid, maka kita bisa menggantinya di rumah dengan syarat haru berjamaah dan dilakukan dengan istiqamah.

Imam Abu Dawud meriwayatkan dalam salah satu hadisnya yang bersumber dari Abu Umamah menyebutkan,

فقد روى أبو أمامة أن رسول الله  صلى الله عليه وسلم   قال: ((مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ، وَمَنْ خَرَجَ إِلَى تَسْبِيحِ الضُّحَى لَا يَنْصِبُهُ إِلَّا إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ،))

Artinya, “Abu Umamah meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk melakukan shalat Jamaah, maka pahalanya setara orang yang haji. Sedangkan orang yang keluar rumah untuk melakukan shalat Dhuha hanya karena Allah SWT, maka pahalanya setara ibadah umrah. (H.R Abu Dawud)

Sebenarnya, selain tiga amalan di atas, masih ada beberapa amalan lain yang setara ibadah haji, seperti umrah di bulan Ramadhan, dan memberangkatkan haji orang lain. Namun dua amalan ini sepertinya sulit dilakukan untuk orang biasa seperti kita, apalagi di tengah musim pandemi seperti sekarang.

Kesimpulannya, di tengah pandemi Covid-19 ini, berikut tiga amalan yang pahalanya setara ibadah haji, terlebih bagi para calon jamaah yang batal haji tahun ini.

  1. shalat subuh berjamaah lalu beritikaf sambil menunggu terbitnya matahari, lalu dilanjutkan dengan shalat sunnah dua rakaat.
  2. belajar atau menghadiri majelis ilmu.
  3. melakukan shalat fardhu lima waktu secara berjamaah.

Itu lah tiga amalan yang pahalanya setara dengan pahala ibadah haji. Bagi sahabat-sahabat yang batal haji pada tahun ini, amalan tersebut bisa dilakukan seraya tetap berdoa kepada Allah SWT agar memberikan kesempatan untuk tetap berkunjung ke Baitullah dalam rangka ibadah haji pada waktu yang telah diridhai-Nya. Amin. (AN)

Wallahu a’lam.