Abu Yahya Al-Libi

Salah satu persoalan cabang yang timbul darinya adalah
masalah status hukum para pembela dan pengawal tegaknya sistem
pemerintahan sekuler tersebut. Para pembela dan pengawal sistem
pemerintahan thaghut (anshar thaghut) yang paling menonjol adalah
institusi kepolisian, tentara nasional, dinas intelijen, majelis ulama
thaghut, wartawan pro thaghut dan media massa pro thaghut.
Untuk menjawab pertanyaan tentang status hukum para pembela
dan pengawal pemerintahan thaghut tersebut, para ulama Islam telah
melakukan sejumlah kajian dan menelurkan beberapa karya. Sebagian
ulama berpendapat bahwa para pembela dan pengawal pemerintahan
thaghut harus dikafirkan setiap individunya (takfir mu’ayyan) karena
pada diri mereka tidak terdapat penghalang-penghalang pengkafiran
(mawani’ takfir) lagi.
Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa para pembela dan
pengawal pemerintahan thaghut secara kelompok dikafirkan secara
umum (takfir ‘am) karena berstatus kelompok kafir. Sedangkan dalam
mengkafirkan masing-masing individunya (takfir mu’ayyan), perlu
diperhatikan ada dan tidaknya penghalang-penghalang pengkafiran
(mawani’ takfir).

Download