Presiden Jokowi divaksin hari ini dan disiarkan secara langsung di pelbagai kanal dan televisi. Ia memakai baju putih, berlengan pendek dan celana bahan hitam. Tentu saja tetap pakai masker. Ia dengan mantap menuju tempat duduk dan bersiap divaksin.

Vaksin Sinovac pun disuntikkan ke lengan kiri Jokowi. Vaksinasi ini dilakukan oleh Tim Dokter Kepresiden RI. Sebelumnya, BPOM telah memberikan izin penggunaan vaksin Emergency Use Authorization (UEA) vaksin Sinovac dengan efikasi 65,3 persen. Ambang batas yang disetujui WHO  adalah 50%. Artinya, vaksin ini sudah melewati hal itu dan diperbolehkan.

Peristiwa ini adalah momen penting dan begitu bersejarah, khususnya bagi penanganan pandemi di Indonesia. Kurva Covid-19 di Indonesia tidak ada tanda-tanda turun, bahkan terus naik dan tampaknya tinggal menunggu waktu hingga sampai 1 juta kasus.

Saya sempat berbincang dengan Bu Nur. Ketika diajak berbicara tentang vaksin, ia justru seperti begidik. Ia lalu memberi tahu soal video yang ia terima di grup WA tentang sekelompok pemuda/remaja yang divaksin justru sakit.

“Kan setelah divaksin corona pada kejang-kejang tuh, kesakitan,” katanya.

Saya terkesiap. Apalagi, ia melanjutkan, di video tersebut orang-orang, khususnya anak-anak pemuda katanya kok divaksin malah begitu. Demam dan sakit. Apalagi, katanya, mereka juga pakai masker, persis seperti yang terjadi sekarang.

Lantas saya bertanya, vaksin apa, video apa?

Akhirnya saya lalu melihat video itu dan ternyata itu video dan kaget. Video ini merupakan video yang sangat lama sekali dan tidak terkait sama sekali Corona. Itu jelas video hoaks. Sebuah video hoaks yang bisa jadi akan membunuhmu jika mempercayainya.

Sudah banyak sekali media yang melakukan debunking video tersebut. Bahkan sudah klarifikasi resmi.  “Tidak benar jika video itu dihubungkan dengan vaksinasi Covid-19,” tulis  surat edaran dari Pondok Pesantren Madinatu Ulum, Jember, Jawa Timur.

Ya, video itu ternyata tidak ada kaitan dengan covid. Melainkan sebuah video tentang vaksin difteri pada 28 Februari 2018 lalu di sebuah puskesmas. Jadi, siapa pun yang menyebarkan video ini, Anda telah membuat warga menjadi ketakutan. Dan, dalam sebuah kondisi seperti sekarang ini, ketakutan bisa saja membunuh dengan perlahan tanpa disadari.

Saya dan Bu Nur lantas berbicara dan kali ini ia mengangukkan kepala. Meskipun saya yakin, ia tidak seratus persen percaya mengingat lingkungan warga di sekitaran kami yang mungkin saja banyak terpengaruh Hoaks Vaksin ini.

Lalu kita lantas bertanya, bagaimana sih rasanya divaksin? Atau spesifik nanya ke Pak Jokowi, bagaimana rasanya?

“Tidak ada rasanya sama sekali,” tutur Presiden Jokowi sambil terkekeh. Padahal, dokter kepresidenan ketika menyunting vaksin ke lengan Jokowi itu tampak bergetar.

Kini, kita tentu saja deg-degan dan menanti vaksin selanjutnya akan datang. Mungkin berbulan-bulan lagi vaksin ini akan hadir di lengan kita dan membuat tubuh kita kuat terhadap virus. Hal itu artinya, saya harus bicara lagi dengan Bu Nur dan mung

Ya, Bu Nur adalah keluarga saya sendiri. Dan, saya harus meyakinkannya kembali.