Ada yang tidak memiliki kekuasaan tapi sejatinya ia adalah pemimpin yang baik. Ada juga sebaliknya, memiliki kekuasaan tetapi semena-mena dan tidak adil.

Allah SWT berulang kali memperingatkan umat-umat terdahulu yang menjadi pemimpin untuk bersikap adil dan menyejahterakan masyarakatnya, bukan malah sebaliknya, bersikap semena-mena dan memperkaya diri sendiri.

Oleh karena itu, kita patut berdoa, meminta kepada Allah SWT, untuk diberikan pemimpin yang mengayomi, adil, dan menyejahterakan rakyatnya, bukan pemimpin yang khianat, mengacuhkan rakyatnya, bahkan hanya mementingkan diri dan kelompoknya sendiri.

Dalam Al-Quran, ada sebuah ayat yang bisa kita baca sebagai doa agar orang-orang baik diberikan kekuatan dan kekuasaan, sehingga mereka bisa menyejahterakan banyak orang.

اللهم مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ – ٢٦ تُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَتُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Allahumma mālikal mulki tu’til mulka man tasyā’ wa tanzi`ul mulka minman tasyā`, wa tu`izzu man tasyā’, wa tudzillu man tasyā’, bi yadikal khoir innaka ‘alā kulli sya’in qadīr. Tūlijullaila fin nahāri wa tūlijun nahāra fil lail, wa tukhrijul hayya minal mayyiti wa tukhrijul mayyita minal hayyi, wa tarzuqu man tasyā’u bi ghairi hisāb.

“Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.” (Surat Ali Imran ayat 26-27)

Selain untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan pemimpin yang baik dan adil, ayat di atas juga bisa dibaca untuk meminta kepada Allah SWT agar diberi kekuatan dan kekuasaan, serta rezeki yang melimpah.

Doa dalam ayat di atas merupakan pujian kepada Allah SWT, Dzat Pemilik Kekuasaan. Sehingga jika kita memang benar-benar ingin memiliki kekuatan, kekuasaan, dan rezeki yang melimpah, perlu disertai dengan usaha-usaha zahir agar kita memang layak untuk dipilih, yaitu belajar menjadi pemimpin yang baik, adil, dan memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang kepemimpinan. (AN)

Wallahu a’lam.