Dunia Islam Pekan ini diisi oleh berita tentang perjuangan Palestina untuk melawan proses aneksasi Israel. Aneksasi adalah proses pencaplokan suatu wilayah dalam negara yang bukan bagian dari daerah tersebut. Israel berencana menganeksasi Tepi Barat. Proses itu tentu saja ilegal.

Aneksasi di era modern tentu saja tidak dibenarkan dan dapat memicul hal-hal yang lebih besar seperti kemungkinan akan jadi pemicu perlawanan global terhadap Israel. Perlawanan ini tidak hanya di Palestina saja. Bahkan, di level tertentu bisa mengingatkan terjadinya Intifada atau perlawanan besar-besaran rakyat Palestina. Dan, tentu saja memicu banyak sekali korban di kedua belah pihak.

Tentu saja hal itu bisa memperburuk kondisi saat ini. Apalagi,negara-negara di dunia tengah disibukkan dengen penanganan Covid-19. Tak terkecuali di Israel ataupun Palestina. Tapi, kayaknya Benyamin Netanyahu tidak memedulikan itu dan terus memaksa untuk melakukan aneksasi.

Otoritas Palestina akan terus berjuang untuk melakukan perlawanan terhadap rencana aneksasi Israel. Salah satunya bisa jadi  dengan melakukan intifada. Hal tersebut dikatakan oleh Nabil Shath, penasihat hubungan internasional presiden Palestina Mahmud Abbas.

Menurutnya rakyat Palestina mempunyai banyak cara banyak cara yang dimiliki untuk melakukan tindakan israel yang dianggapnya sebagai kolonialisme yang kriminal.

“Dengan keputusan untuk membatalkan perjanjian dengan Israel dan AS, kami sebagai warga Palestina memasuki tahap baru perjuangan, yang mencakup perjuangan untuk mengisolasi Israel di semua forum internasional dan untuk mempromosikan boikot Israel sehingga membayar harga untuk kebijakannya. pencaplokan, ”katanya, seperti dikutip laman arabnews.

Kabar terbaru, jika rencana ini terus berjalana. Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dilaporkan ke Pengadilan Kriminal Internasional terkait rencana anekasi atas Tepi Barat. Keduanya dituduh telah melakukan kejahatan perang jika aneksasi ini terus berlangsung.

Palestina tidak sendirian untuk melawan aneksasi Israel, mereka dapat dukungan dari publik international. Prancis, Yordania, Mesir dan negara-negara Arab mengutuk. Indonesia sebagai G-20 juga terang-terangan menolak rencana itu dan mendukung penuh kedaulatan Palestina.

Jadi, apakah Israel akan terus aneksasi? Tampaknya demikian.

Dunia Islam pekan ini juga diramaikan oleh aturan-aturan haji waktu Covid-19. Ibadah haji memang sempat akan ditutup, meski kemudian otoritas Arab Saudi kembali membuka dengan pelbagai catatan-catatan dan tidak semua negara bisa berhaji seperti biasanya.

Hal ini tertuang dalam aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi terkait dengan tindakan pencegahan mencegah penyebaran virus corona selama haji. ibadah haji hanya diikuti oleh 10.000 saja umat muslim pada tahun ini, turun dari 2,4 juta dari haji tahun lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here