Klub Bundesliga FC Koln merilis jersey teranyar mereka untuk tahun 2020/2021. Uniknya, jersey ini bergambar masjid. Sejumlah supporter memprotes keras keputusan penyertaan gambar masjid tersebut dalam jersey dan mengancam mencabut membershipnya dari klub. Namun pihak klub menanggapinya dengan santai.

Kehilangan suporter biasanya jadi perhatian bagi klub sepak bola mana pun. Tetapi bagi klub Bundesliga FC Koln, mengutamakan prinsip di atas hitung-hitungan bisnis.

Pada hari Selasa kemarin (11/8), klub Bundesliga FC Koln secara terbuka merilis jersey tandang terbaru mereka untuk musim 2020/2021 yang menyertakan siluet gambar Masjid Koln di jerseynya. Siluet gambar masjid Koln tersebut ditampilkan bersama dengan Katedral Cologne, sungai Rhine, dan landmark lain identitas kota Cologne, tempat klub sepak bola ini bermarkas.

siluet bangunan ikonik kota Cologne, yang terdapat pada jersey FC Koln. Tampak Masjid Koln berada di paling kanan.

Adapun FC Koln sendiri merupakan klub sepak bola yang berlaga di liga teratas sepak bola Jerman Bundesliga. Pada musim 2019/2020, klub ini menempati peringkat 14 klasemen Bundesliga.

Penyertaan gambar masjid di jersey FC Koln tersebut mengundang protes keras dari seorang suporternya. Suporter yang namanya tidak dipublikasikan tersebut mengklaim bahwa keputusan untuk menampilkan bangunan simbol agama di jersey, secara efektif menjadikan Koln sebagai “organisasi religius”. Selain itu, dia mengklaim tidak dapat “mengidentifikasi diri dengan Muslim dan masjid”.

Pihak FC Koln menerima protes suporter anti-Muslim ini dengan santai. Malah, menyambut protes penggemarnya dengan sedikit nge-troll dengan mencuitkan respon klub melalui akun resmi Twitter FC Koln.

Dengan mengunggah tangkapan layar protes tersebut di Twitter, akun resmi klub ini mencuit dengan santai, dan bahkan mengucapkan selamat tinggal untuk supporter tersebut:

“Kami menerima pemberitahuan dari seorang member yang ingin mencabut keanggotaannya karena ada masjid di seragam kami. Untuk itu, kami mengucapkan: selamat tinggal dan terima kasih atas gagasannya!”

Terletak di Jerman bagian Barat, Koln memiliki komunitas Muslim yang signifikan dan klub sebelumnya mengatakan bahwa menambahkan masjid ke desain kaos dimaksudkan “sebagai tanda inklusivitas kota.”

Direktur klub, Alexander Wehrle, menjelaskan situasi tersebut di tabloid Jerman Bild.
“Masjid itu adalah simbol dari komunitas besar Turki di Koln, di mana terdapat banyak penggemar FC fanatik. Dan itu telah menjadi bagian yang tak salah lagi dari cakrawala Koln,” ungkapnya dilansir oleh DW pada Rabu (12/08).

Jerman merupakan negara berpenduduk lebih dari 81 juta orang yang memiliki populasi Muslim terbesar kedua di Eropa Barat setelah Prancis. Negara ini memiliki hampir 4,7 juta Muslim – 3 juta di antaranya berasal dari Turki – dan menurut perkiraan, lebih dari 11% populasi Köln adalah Muslim.

Kota ini memiliki beberapa masjid, termasuk Masjid Pusat Koln yang dikelola oleh Persatuan Muslim Turki di kota tersebut, yang juga merupakan masjid terbesar di Jerman dan salah satu yang terbesar di Eropa. Masjid Koln diresmikan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada September 2018.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here