Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tinggal menghitung hari. Sebagai warga negara yang baik, kita seyogianya menyambutnya dengan suka cita. Hanya saja, ada segelintir umat Islam yang merasa keberatan dengan hadirnya logo HUT RI.

Ya, Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), misalnya, mendesak pemerintah untuk merevisi elemen desain logo HUT ke-75 Republik Indonesia, terutama di bagian yang dianggap menyerupai salib.

DSKS menilai desain tersebut mencederai perayaan kemerdekaan RI yang seharusnya menjadi momen persatuan bangsa.

“Kita berharap desain yang beredar di bangunan milik pemerintah segera ditarik,” kata Juru bicara DSKS, Endro Sudarsono,

Tidak saja menyurati Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, DSKS juga melayangkan surat yang sama kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg), dan Presiden Joko Widodo.

Lebih jauh, Ormas berbasis agama di Solo itu  berharap pejabat yang berwenang merevisi desain tersebut sehingga tidak menimbulkan polemik di masyarakat.

“Mestinya kemerdekaan itu tidak perlu mempertentangkan SARA dan mengedepankan simbol agama tertentu,” katanya.

Di lain pihak, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) telah mengklarifikasi hal itu. Sekretaris Kemensetneg Setya Utama mengatakan bahwa logo itu telah sesuai dengan pedoman visual penggunaan logo peringatan HUT ke-75.

“Sesuai dengan pedoman visual penggunaan logo peringatan HUT ke-75 RI,” ujar Setya seperti dikutip CNNIndonesia.

Dalam pedoman visual penggunaan logo peringatan HUT RI dijelaskan bilamana bentuk yang dipermasalahkan dan dinilai mirip salib adalah ‘supergraphic’. Supergraphic terdiri dari 10 elemen yang diambil dari dekonstruksi logo 75 tahun yang dipecah lagi menjadi 10 bagian yang merepresentasikan komitmen dan nilai luhur Pancasila.

Adapun pengaplikasian supergraphic ini, demikian menurut pedoman, pada dasarnya cukup fleksibel karena bersifat abstrak yang merupakan rakitan dari 10 pecahan tadi menjadi satu kesatuan bentuk.

Dan, Logo HUT RI ke-75 ini secara keseluruhan terinspirasi dari simbol perisai di dalam lambang Garuda Pancasila, sehingga menggambarkan Indonesia sebagai negara yang mampu memperkokoh kedaulatan, menjaga persatuan, dan kesatuan Indonesia.

Ah, betapa rumitnya hidup orang-orang yang sibuk ngurusin simbol agama lain ya. Padahal, kalau mau fair, tidak saja logo HUT RI ke-75, tetapi ada banyak juga rupa di dunia ini yang menyerupai salib, seperti tiang listrik, ruas ubin, tiang jemuran, dan silakan absen sendiri.

Atau, jangan-jangan mereka sendiri tidak sadar bahwa sebetulnya di kantornya, di  rumahnya, bahkan di tempat ibadahnya terdapat salib-salib yang terselubung. Memangnya, di manakah persisnya? Ya di otak mereka sendiri!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here