Gaza kembali diserang lagi oleh militer Israel. Kali ini yang diserang adalah infrastruktur sebagai respon terhadap serangan balon peledak yang dilakukan Palestina. Serangan udara ini mengakibatkan kebakaran hebat di wilayah Gaza.

Disebutkan bahwa serangan ini telah menghancurkan infrastruktur bawah tanah dan pos pengamatan. “Jet, helikopter serang dan tank menghantam sejumlah sasaran Hamas,” kata sebuah pernyataan seperti dilansir laman middleeye.net.

Disebutkan bahwa dalam minggu terakhir serangan balon peledak itu telah membuat 60 kebakaran.

Sejak tahun 2018 serangan model ini telah membakar ribuan hektar ladang pertanian dan pemukiman Israel. Dalam sepekan terakhir, balon semacam itu telah diluncurkan tiga kali dari Gaza ke Israel.

Serangan ini langsung mendapatkan balasan roket dari Israel. Tidak hanya itu pejuang Hamas juga menembakkan roketnya.
Menurut sumber yang dekat dengan Hamas, serangan roket menujukkan bahwa kelompok perlawanan Palestina tidak pernah tinggal diam menghadapi blokade Israel. Terlebih setelah jalur utama di Gaza, Karem Shalom ditutup.

Hamas mengatakan, tindakan tersebut menunjukkan Israel terus melakukan pengepungan yang dampaknya semakin memburuknya situasi kemanusiaan di wilayah itu.

Saat penyeberangan Kerem Shalom ditutup, penyeberangan Rafah antara Gaza dan Mesir dibuka Selasa untuk pertama kalinya sejak April. Lalu lintas di kedua arah diizinkan selama tiga hari, memungkinkan warga Gaza bepergian untuk pertama kalinya sejak dimulainya pandemi.

Penyeberangan Rafah adalah satu-satunya akses bagi Gaza ke dunia luar yang tidak dikendalikan oleh Israel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here