Dalam gelarannya tahun ini, Madani Film Festival 2020 menghadirkan program yang berfokus pada tokoh legendaris Indonesia, Rhoma Irama. Meski lebih dikenal sebagai seorang musisi Dangdut, Rhoma Irama sangat produktif di dunia perfilman Indonesia sejak tahun 1970-an. Tercatat 29 film telah ia bintangi yang mewarnai dunia perfilman Indonesia.

Madani Film Festival 2020 tidak hanya ingin membawakan nostalgia dengan film-film Rhoma Irama, tetapi juga mengajak publik untuk menemukan kembali pemaknaan dan kajian baru terhadap karya film si Raja Dangdut.

Menurut Hikmat Darmawan, selaku Festival Board Madani Film Festival, mengatakan bahwa Rhoma Irama adalah sosok “the one and only”. Tidak hanya itu, Hikmat menilai film Rhoma Irama telah menjadi sebuah sub-genre tersendiri di dunia perfilman Indonesia.

“Rhoma Irama, film-filmnya pada masanya jadi sub-genre sendiri. Bukan semata film yang bertema dakwah, tetapi ini film sub-genre Rhoma Irama. Masih jarang dikaji dari sisi estetiknya.” Ungkapnya pada konferensi pers Madani Film Festival 2020 Selasa (17/11) lalu.

Programmer Madani Film Festival melihat sosok Rhoma melalui berbagai filmnya, memberi pengaruh besar pada masyarakat Indonesia. Film-film si Raja Dangdut kerap menunjukkan keragaman masyarakat pada masanya, dan juga diisi dengan dakwah kritis terhadap pemerintahan Orde Baru. Sebagian kritik itu, jika dilihat teliti, masih bisa relevan dengan kondisi saat ini.

Maka, selain menyediakan akses terhadap film-film legendaris tersebut, Madani Film Festival akan melengkapinya dengan pembacaan baru, yang berupaya menemukan ulang, rediscovery dari makna film-film bernafaskan Islam bagi Indonesia masa kini.

Madani Film Festival akan menghadirkan sesi diskusi dan talk-show yang menghadirkan sang living legend Rhoma Irama dengan sutradara kawakan, Garin Nugroho. Garin Nugroho menegaskan bahwa film-film sang satria bergitar ini akan bisa dinikmati oleh kaum muda saat ini karena masih relevan. Rhoma menunjukkan kegairahan anak muda dan pencarian diri pada film-filmnya.

Dalam kesempatan konferensi pers Madani Film festival, Garin Nugroho menyebutkan alasan kenapa menghadirkan Rhoma Irama sebagai sajian khusus.

“Tema kehadiran Rhoma Irama disini yaitu Recovery. Ada sebuah sejarah panjang tentang bagaimana menjalankan dakwah musik, politik dan globalisme dalam musik rock. Ternyata hal ini telah menjadi sebuah revolusi yang kita lupakan atau tidak kita sadari. Dengan Festival Madani, kita berharap menemukan dan menghidupi peristiwa besar itu,” Kata Garin Nugroho.

Madani Film Festival sendiri akan diselenggarakan mulai hari Jumat, tanggal 20 November 2020 sampai dengan 4 Desember 2020. Untuk mengakses film-film yang ditayangkan oleh Madani Film Festival, para penonton bisa mengakses lewat platform Kwikku.com, KlikFilm dan Viddsee.com selama penyelenggaraan festival.

Adapun Talkshow “Gitar dan Dakwah” bersama Rhoma Irama dan Garin Nugroho, dijadwalkan pada Kamis, tanggal 3 Desember 2020 dan akan disiarkan secara virtual melalui Zoom dan YouTube Dewan Kesenian Jakarta.

Berbagai informasi dan publikasi tentang Madani Film Festival 2020 dapat dilihat dan diikuti melalui kanal-kanal informasi Madani Film Festival.

Website: madanifilmfestival.id

Instagram: @madanifilmfest

Fanpage: Madani Film Festival

Twitter: @madanifilmfest

Youtube: Madani Film Festival

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here