Setelah mengkhatamkan setoran hafalan, banyak yang merasakan hafalan al-Qur’an hilang. Pada tulisan saya sebelumnya, saya sudah menyinggung terkait niat ikhlas dalam menghafal al-Qur’an dan ancaman bagi penghafal al-Qur’an yang malas muraja’ah. Hafalan al-Qur’an itu memang cepat hilang, Rasulullah SAW pun pernah bersabda:

عن أبي موسى الأشعري -رضي الله عنه- عن النبي -صلى الله عليه وسلم- قال: «تعاهدوا هَذَا القُرْآنَ، فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَهُوَ أشَدُّ تَفَلُّتاً مِنَ الإبلِ فِي عُقُلِهَا

Artinya:

“Dari Abu Musa al-Asy’ari, dari Nabi SAW bersabda, “Peliharalah Al-Qur’an ini, sebab demi Zat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sungguh Al-Qur’an itu lebih mudah lepasnya dibanding unta dari ikatannya (HR: Bukhari-Muslim).

Hafalan al-Qur’an yang sudah dihafal diibaratkan unta yang diikat, dan unta tersebut walau sudah diikat dapat lepas dan lari. Maka, hafalan al-Qur’an yang sudah diikat justru lebih mudah hilang dan lari dibanding unta yang lepas dari ikatannya. Oleh sebab itu, menjadwalkan berapa banyak hafalan yang harus diulang atau muraja’ah setiap harinya sangat penting untuk ditetapkan.

Apalagi, bagi orang-orang yang setiap harinya sibuk, sehingga saat sudah sibuk hanya lelah yang tersisa, sedangkan hafalan al-Qur’an belum diulang. Maka dalam tulisan ini saya akan berbagi tips muraja’ah bagi orang sibuk.

Cara muraja’ah bagi orang yang sibuk, baik sibuk kuliah, bekerja atau kesibukan lainnya, yaitu harus memiliki prinsip untuk tetap bersama al-Qur’an. Walaupun hanya menjadwalkan setiap hari untuk satu jam bersama al-Qur’an, untuk muraja’ah hafalan al-Qur’an.

Carannya, prinsip penjadwalan satu jam muraja’ah hafalan al-Qur’an tersebut dicoba setiap hari selama satu sampai tiga bulan. Kemudian, setelah bulan ke-2 atau ke-4, durasi waktu untuk al-Qur’an harus ditambah, misalnya satu setengah jam bersama al-Qur’an setiap hari untuk muraja’ah. Karena jika riyadhah atau olahraga istiqamah seperti itu semakin lama akan terasa semakin ringan. Rasulullah SAW juga pernah bersabda :

احَبُّ الاعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى ادْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai Allah SWT adalah amalan yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun hanya sedikit” (HR. Muslim)

Atau, jika kurang berkenan menggunakan durasi waktu maka menggunakan durasi halaman atau juz. Setiap hari dijadwalkan murajaah sebanyak minimal satu halaman al-Qur’an. Treatment tersebut dicoba selama satu bulan atau sampai tiga bulan, kemudian ditambah halamannya jika sudah naik bulan ke-2 atau ke-4. Dan seterusnya.

Terlihat lama memang, tapi metode ini berprinsip pada Hadis Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa amalan sedikit namun dikerjakan secara istiqomah maka akan menjadi amalan yang paling dicintai Allah SWT. Masa gak mau punya amalan yang dicintai Allah SWT?

Berbeda lagi bagi penghafal al-Qur’an yang memiliki waktu lebih banyak atau lebih longgar setiap harinya untuk muraja’ah. Akan tetapi, terkadang ujiannya lain lagi, yaitu rasa malas. Sehingga harus diperangi rasa malasnya dan muraja’ah sebanyak-banyak setiap hari dengan istiqamah. Manfaatkan waktu longgar tersebut dengan muraja’ah sebanyak-banyaknya. Karena tidak setiap orang memiliki waktu luang yang banyak, bahkan tidak semua orang memiliki kesempatan untuk dipilih Allah SWT menjadi ahlul Qur’an.

Terakhir, berdoa dan memohon kepada Allah SWT supaya selalu dirutinkan untuk muraja’ah setiap harinya. Karena yang Maha berhak memberi nikmat dan kesempatan tersebut hanyalah Allah SWT semata. Juga berdoa untuk senantiasa diridhai oleh Allah SWT dalam setiap langkah bersama al-Qur’an.

Doa yang dapat digunakan yaitu terdapat dalam al-Qur’an surat Ali Imran ayat 8:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

Rabbanā lā tuzig qulụbanā ba’da iż hadaitanā wa hab lanā mil ladungka raḥmah, innaka antal-wahhāb

Artinya:

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”.

Dan doa:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik

Artinya:

Wahai engkau Zat yang dapat membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu

Semoga segala niat baik dan salih, amalan baik dan saleh semuanya diterima di sisi Allah SWT dan sesantiasa menjadi ahlul Qur’an kekasih Allah SWT yang selalu mendapat ampunan dan rahmat dari-Nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here