Sekjen HRS Center, Haikal Hassan, mengklaim pernah mimpi didatangi Rasulullah. Menurut dia, ini terjadi sewaktu kedua anak Haikal meninggal dunia.

Cerita itu dia sampaikan dalam kesempatan takziyah 6 anggota FPI yang meninggal setelah terlibat bentrok dengan polisi. Malahan, pendakwah yang akrab dipanggil Babe ini bersumpah atas nama Allah untuk meyakinkan bahwa cerita dia adalah sungguhan.

“Rasulullah berucap kepada saya, jangan takut kata Rasulullah. Jangan khawatir, Salma dan Umar (anak-anak Haikal) bersama saya. Demi Allah saya mendengar langsung Rasulullah berkata demikian di telinga saya,” kata dia.

Menurut Haikal, cerita tentang mimpi ketemu Rasulullah itu sengaja dia simpan rapat-rapat karena takut dicap ria dan menimbulkan fitnah. Meski begitu, pada akhirnya dia tetap membagi cerita tentang mimpi tersebut untuk menyemangati keluarga laskar FPI yang meninggal agar tidak terlalu bersedih karena keenam laskar yang meninggal sudah berbahagia bersama Rasulullah SAW.

Terpisah, beredar di media sosial video KH Marzuqi Mustamar yang diduga merespon cerita tentang mimpi Haikal Hassan bertemu Rasul.

Dalam video itu, Kiai Marzuqi mengatakan bahwa umat jangan percaya begitu saja dengan cerita dari kelompok yang mudah berbohong.

“Jangan dipercaya, kelompok itu berkali-kali berbohong. Tempo hari menyebarkan isu, katanya Habib Umar mimpi: Nabi pesan supaya menaati pimpinan mereka,” kata Kiai Marzuqi.

“Belakangan Habib Umar Yaman mengklarifikasi bahwa dirinya tidak pernah bermimpi seperti itu dan menegaskan bahwa itu adalah kebohongan,” lanjut dia.

Bahkan tidak hanya itu, Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini juga menyebut tentang pencatutan nama KH Thaifur Ali Wafa (Sumenep) oleh oknum tertentu sebagaimana yang dialami Habib Umar.

Untuk diketahui, sebelumnya sempat beredar kabar bohong tentang Kiai Thaifur yang bermimpi bertemu Rasulullah SAW serta diperintahkan untuk taat kepada Habib Rizieq Syihab (HRS). Bahkan di situ juga dikatakan bahwa apa yang dikatakan HRS adalah juga perkataan Nabi Muhammad.

“Belakangan Kiai Thaifur mengklarifikasi bahwa, tidak, saya tidak pernah mimpi seperti itu,” terang Kiai Marzuqi.

“Lalu, yang kemarin gambar orang mati tersenyum, diceritakan itu (adalah) teman mereka yang tertembak, meninggal husnul khotimah tersenyum. Lalu (orang) yang digambar mengklarifikasi, dia masih hidup,” lanjutnya.

Menurut Kiai Mazuqi, kalau orang yang mudah berbohong itu dipercaya begitu saja, maka besok rasakan sendiri jika masuk neraka. Pasalnya, kalau mau ketat mengikuti tradisi ulama, berarti kejujuran adalah harga mati.

“Kita tidak boleh percaya sama orang yang mudah bohong. Perawi Hadis saja, (kalau) sekali berbohong, oleh Imam Bukhori langsung divonis hadisnya palsu. Nah (mereka) ini sudah bohong berapa kali coba?”