Sombong perbuatan yang sangat dibenci dalam agama. Manusia tidak pantas untuk sombong. Hanya Tuhan yang layak sombong. Tuhan punya segalanya, mampu dan bebas melakukan apapun. Sementara manusia tidak punya kuasa untuk melakukan kecuali atas izin Allah SWT.

Segala hal yang bisa mengarah pada kesombongan harus dijauhi. Makanya, Islam melarang untuk terlalu sering memuji orang lain, karena itu bisa membuat yang bersangkutan lupa diri dan memunculkan rasa sombong dalam dirinya.

Ustadz Arrazy Hasyim dalam pengajiannya mengulas perihal sombong ini panjang lebar. Siapapun itu bisa terjerumus pada sifat ini, termasuk ulama sekalipun. Amal kebaikan yang didasari kesombong tidak bernilai di hadapan Allah SWT. Yang membuat orang sombong itu, kata Ustadz Arrazy, secara umum ada dua: agama dan dunia.

Agama juga bisa membuat orang sombong, biasanya ini menimpa orang berilmu dan orang beramal. Orang yang merasa pintar ilmu agama harus hati-hati, lupa sedikit, muncul rasa sombong dalam hati, ilmu yang diajarkan dan dimilikinya tidak bernilai di mata Allah SWT. Begitu pun orang beramal, seringkali orang yang rajin beramal merasa paling taat dan shaleh di dunia ini. Hingga akhirnya, dia menilai rendah orang lain, dan mempertontonkan ibadahnya kepada banyak orang.

Ustadz Arrazy berpesan, “mohon maaf gelar pak haji bikin sombong, kalau bisa di skip aja. Kalau orang panggil kita pak haji ngak apa-apa, tapi kita ngak perlu maksa orang lain. Prinsipnya, segala hal yang bisa membawa kepada kesombongan mesti dihindari dan dijauhi hari-hari, sebelum rasa sombong itu menguasai hati.

Sementara penyebab sombong dari urusan dunia sangatlah banyak. Misalnya, keturunan, kecantikan, kekuatan, harta, pengikut banyak, dan lain-lain. Orang yang dilahirkan dari keturunan mulia mestinya harus menjaga diri agar tetap rendah hati dan tidak sombong. Begitupun orang yang diberi karunia wajah cantik dan tampan, tidak ada yang perlu disombong, toh pada akhirnya seluruh wajah manusia ini akan menua pada waktunya. Begitu pula  orang yang diberi jabatan, kekuatan, dan pengikut yang banyak. Sadari bahwa apa yang kita miliki dan peroleh saat ini adalah karena kasih sayang Tuhan.