Ini kisah humor tentang Abu Nawas yang mungkin belum pernah kaudengar. Ceritanya begini:

Di pagi buta, ia berjalan-jalan di tengah pasar. Sambil melihat-lihat ke dalam topinya, dia tersenyum, beberapa saat kemudian tertawa agak cengengesan.

Melihat tindakannya, orang-orang pun heran, lalu bertanya-tanya, “Hai Abu Nawas, apa yang kamu lihat di dalam topimu sehingga  membuatmu tersenyum bahagia?” Tanya pedagang.

“Aku sedang melihat surga yang dihiasi barisan bidadari-bidadari,” jawabnya, dengan ekspresi  mimik meyakinkan.”

“Coba aku lihat ?”

“Tapi saya tidak yakin kamu bisa melihat seperti apa yang saya lihat,”  jawabnya

Mendengar jawaban demikian, para pedagang berbondong-bondong datang dan mengerubungi Abu Nawas.

“Mengapa.?” Para pedagang  pun serempak bertanya, karena sama-sama semakin penasaran.

“Karena hanya orang beriman dan sholeh saja yang bisa melihat surga dan bidadarinya di topi ini,” jawabnya.

Pedagang kurma:  “Coba aku lihat.!”

“Silakan!”

Baca juga:  Kisah Humor Abu Nawas yang Meminta Pintu Akhirat

Pedagang kurma  melihat ke dalam topi, lalu sejenak menatap ke arah Abu Nawas, kemudian menengok ke orang di sekelilingnya dan berkata: “Benar aku melihat surga dan bidadari .”

“Luar biasa,” kata Pedagang kurma terpaksa berbohong karena takut dikatakan orang yang tidak sholeh dan kurang beriman di hadapan khalayak ramai.

Para pedagang langsung membentuk antrian panjang berderet ke belakang.

Pedagang tembikar  berjalan ke arah Abu Nawas karena dapat jatah antrian kedua. Setelah melihat ke dalam topi ia terbelalak lantaran tidak melihat apa-apa. Namun lagi-lagi karena gengsi jika dikatakan orang tidak sholeh dan beriman.

Ia terpaksa berbohong lalu berujar: “Iya, aku melihat bidadari yang cantik jelita”.

Sebelum pedagang sayur melangkahkan kakinya menuju ke arah topi.

Ia lalu berteriak keras:”Berhenti, jangan hanya karena takut dikatakan orang tidak sholeh dan kurang beriman kalian berbohong kepada diri kalian sendiri. Tidak mungkin kalian bisa melihat surga dan bidadari dalam topiku sementara kalian belum meninggal dunia,” tegasnya.

Kerumunan pedagang langsung bubar seketika. Pedagang kurma dan tembikar berjalan menunduk sambil berkata dalam hati: “Cerdik sekali kau Abu Nawas”.

Kisah Humor terkait Abu Nawas ini disampaikan dalam ngaji rutin kitab Nashoihul Ibad, ia juga menerangkan bahwa salah satu amalan sufi tersebut adalah membuat orang tersenyum dan gembira.