Siapapun dalam menjalani kehidupan pasti pasti pernah merasakan keguncangan batin, suasana sedih karena derita, dan pilu kehidupan. Dengan masalah itu, manusia cenderung ingin mengubahnya menjadi tenang, terbuka solusi hidup dan membahagiakan. Hal itu ditemukan dalam konsep takwa, bahkan tingkat kemuliaan manusia bergantung pada kualitas takwanya (atqaakum).

Penegasan itu, Allah sudah tegaskan siapapun dari hamba yang bertakwa kepada-Nya, maka akan selalu ada jalan keluar baginya (wa man yattaqillah yaj’alhu makhrajan).  Menurut Imam Nawawi al-Bantani takwa itu ada pada kesabaran hati atas musibah yang menimpa dirinya. Bagi manusia ujian akan selalu ada meskipun itu tak diduga sama sekali.

Covid-19 adalah ujian kemanusiaan yang tak terduga, ia datang merenggut nyawa manusia bahkan menyusahkan kehidupan ekonominya. Namun seringkali musibah yang dijalani justru kita menemui kebangkitan hidup. Dan itulah janji Allah dengan cara bertakwa (sabar).

Allah janjikan dan itu pasti terjadi bahwa akan ada jalan kemudahan dan jalan keluar (makhrajan) dibuka selebar lebarnya dengan cara bertakwa. Menurut Imam al-Syinqithi  dan Ibnu Katsir, Allah memberi kemudahan dan kelonggaran atas setiap kesulitan dalam hidup terlebih di akhirat. Menghadapi ujian covid-19 yang begitu mencemaskan, menyempitkan ruang kebebasan berinteraksi dengan sesama bahkan betapa susahnya ekonomi tak sedikit yang terlilit utang, karena ia di PHK dan semacamnya, keguncangan batin seperti ini lagi lagi Allah mengetuk hati kita ittaqillah (bertakwalah kepada-Nya).

Mengapa usaha manusia itu menenangkan dirinya dengan jalan takwa? Sebab dahsyatnya cobaan silih berganti yang menempa hati, ia terkadang jadi lemah. Pada titik tak berdaya tersebut, langkah yang paling tepat adalah merapat kepada Allah, sebab di situlah manusia akan mendapatkan makna hidup yang berarti. Bukankah Allah tegaskan sekiranya suatu kelompok/daerah mereka beriman dan bertakwa, maka ia akan mendapatkan keberkahan yang melimpah (QS: al-A’raf [7]: 96).

Saat manusia menemukan kembali semangat hidup dan mampu menyelesaikan problem hidupnya, Allah dengan Maha Kasihnya akan memberikan rezeki dari arah yang tak terduga sekalipun (wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasibu).  Menurut Ibnu Ajibah sikap takwa yang ditanamkan dalam hati pada orang yang beriman akan diberikan rezeki dari arah yang tak pernah terduga dan diperkirakan.  Ujian covid-19 sekali lagi bukan sekedar ancaman kesehatan dan menyangkut nyawa, tapi ada nasib taraf kehidupan manusia, ada urusan sandan dan pangan yang harus terpenuhi.

Karena itu, Allah yang menghadirkan ujian, menguji tingkat kesabaran dan kematangan iman manusia, maka sikap takwa-lah yang menjadi cara untuk menghadirkan kembali ketenangan, kebahagiaan dan kenyamanan sebab rezeki itu tak sekedar berupa materi, tapi apa saja yang mendatangkan manfaat dan kenyamanan.  Maka, tak perlu terlalu risau dan panik yang berlebihan karena dampak covid-19 yang membuat bisnis macet, penghasilan menurun bahkan harus berhenti kerja, yakinlah Allah sudah menyiapkan rezeki yang lebih baik.

Singkatnya, kalau kita merasa Allah selalu membuka jalan dari segala masalah hidup bukan malah bertambah, setiap masalah sesulit apapun tetap mudah dijalani, bisa jadi Allah sedang hadir memberikan pertolongannya, sebab apa? Karena bentuk takwa dengan sikap sabar menghadapi musibah.  Atau kalau kita merasa, rezeki selalu dilapangkan dan dimudahkan Allah tanpa diduga duga, terlebih tak terlilit utang, bisa jadi Allah sedang membuka jalan rezeki itu karena sikap takwa atas kesabaran menghadapi ujian. Singkatnya, ujian hidup adalah cara Allah mengangkat derajat kita atas sifat takwa kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here