Presiden Jokowi menyebut Indonesia memerlukan lumbung pangan baru sebagai cadangan logistik untuk mengantisipasi kemungkinan krisis pangan.

“Saya kira kita tahu semuanya, FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian) sudah mengeluarkan peringatan bahwa krisis pangan akan melanda dunia karena pandemi, juga karena memang adanya musim yang tidak bisa diatur dan diprediksi. Oleh sebab itu, kita menyiapkan sekarang ini yang namanya cadangan logistik nasional,” terang Jokowi di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, saat melakukan kunjungan untuk melihat langsung lokasi proyek lumbung pangan, Kamis (9/7).

Turut serta dalam kunjungan itu, Menhan Prabowo dan menteri terkait lainnya, seperti Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, dan Bupati Pulang Pisau Edy Prabowo.

Setelah meninjau lokasi pengembangan lumbung pangan, mereka bertolak ke lokasi pengembangan serupa di bilangan Desa Belati Siam, Kabupaten Pulang Pisau.

Seperti dilaporkan Tempo.co, di kabupaten tersebut terdapat sekurang-kurangnya 10.000 hektare lahan potensial yang kelak akan dikembangkan menjadi lumbung pangan baru.

Sementara itu, bertindak sebagai leading sector untuk pengembangan lumbung pangan nasional baru adalah Kementrian Pertahanan Prabowo Subianto.

“Karena ini menyangkut cadangan setrategis pangan kita, leading sector-nya akan kita berikan ke Pak Menhan yang tentu saja didukung Pak Menteri Pertanian, juga Menteri PU. Tentu saja di daerah kita harapkan ada dukungan dari gubernur dan para bupati,” tutur Presiden Jokowi.

Terpisah, Juru Bicara Menhan Dahnil Anzar Simanjuntak membenarkan adanya amanah Presiden tersebut kepada bosnya.

“Kemenhan diberikan tanggung jawab oleh Presiden sebagai leading sector untuk memperkuat food estate,” ungkap Dahnil.

Dengan keputusan Jokowi yang melibatkan Kemenhan dalam program itu, maka TNI akan auto ikut terlibat langsung di program food estate yang kelak menjadi cadangan logistik di Indonesia.

Food estate ini akan menjadi logistik cadangan setrategis bagi Indonesia yang nanti ditangani oleh prajurit TNI,” lanjut Dahnil seperti dikutip CNBC Indonesia.

Senada dengan Dahnil, Juru Bicara Partai Gerindra Habiburakhman membeberkan alasan kenapa Prabowo diberikan tugas oleh Jokowi menjadi leading sector menggarap lumbung pangan.

“Sebagai prajurit, Pak Prabowo paham betul pentingnya ketahanan pangan untuk memperkuat pertahanan suatu negara,” kata Habiburakhman, seperti dikutip detikcom.

Yah, dari dulu memang begitulah negara, apapun masalahnya tetap saja TNI solusinya. Udah sana ambil sepedanya!! (AK)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here