Ini salah satu karomah Ulama kharismatis asal Indonesia yang mungkin jarang kamu dengar. Ceritanya begini:

Satu keluarga sedang sibuk menyiapkan keperluan tasyakuran kelahiran putra mereka. Kebahagiaan tampak pada raut wajah anggota keluarga  bukan hanya karena kelahiran si jabang bayi. Ada momen spesial  pada kesempatan itu. KH Kholil Bangkalan dijadwalkan hadir mengisi acara  Seorang alim-ulama yang menjadi mahaguru Ulama di Jawa dan Madura.

Undangan tasyakuran sudah tersebar sejak pagi hari. Ibu-ibu tetangga dan kerabat keluarga memasak aneka macam hidangan. Tak tanggung-tanggung, demi menyambut kedatangan KH Kholil, keluarga ini menyembelih dua ekor sapi.

Waktu menunjukan pukul 07.10 (Ba’da Isya’). Para tamu undangan mulai berdatangan ke lokasi acara. Lambat laun rumah telah terisi penuh oleh tamu undangan. Dengan dikawal santrinya KH Kholil berjalan menuju rumah tuan rumah. Tanpa dikomando, seluruh tamu undangan berdiri seraya melekatkan kedua tangan di depan perut untuk hormat dan takdzim.

Perlahan, tuan rumah mendekati ulama itu dengan duduk bersimpuh, memberikan potongan kertas berisi list nama-nama keluarga yang telah meninggal dunia untuk didoakan.

Setelah diberi kode oleh tuan rumah, KH Kholil memulai doa tasyakuran. Bukan surat Al-Qur’an atau doa-doa panjang yang dibaca melainkan hanya kalimat tahlil (la Ilaha Illa allah) sebanyak tiga kali kemudian ditutup dengan doa.

Selesai KH Kholil menutup dengan bacaan doa, tuan rumah berkata dalam hati, “Persiapan mengadakan acara ini kurang lebih satu bulan, tamu undangan sekian banyaknya, aneka macam hidangan disiapkan, demi menyambut KH Kholil dua ekor sapi besar saya sedekah kan, namun doa yang dibaca hanya kalimat tahlil, tidak seperti acara-acara lainnya.”

Sebelum hidangan dikeluarkan, KH Kholil memanggil tuan rumah.

“Apa dibelakang rumah masih ada sapi?” Tanya beliau.

Tuan rumah terhenyak kaget mendengar pertanyaan tersebut sembari menjawab, “Msih sisa dua ekor kiai”.

“Taruh di depan rumah dan bawakan kepadaku dua helai daun kelor,” perintah beliau.

baca juga: Karomah Ulama Indonesia yang membuat air laut jadi susu

Dua ekor sapi digelandang ke depan oleh dua orang, lalu diikat di batang pohon mangga besar.

“Ambilkan bambu besar yang sekiranya kuat untuk menimbang, mari sama-sama kita buktikan lebih berat mana antara dua helai daun kelor dengan dua ekor sapi” perintah KH Kholil.

Beberapa tamu undangan ikut membantu apa yang diperintahkan KH Kholil. Semuanya telah siap. KH Kholil melangkah mengambil dua helai daun kelor kemudian ditiup dengan bacaan lafal tahlil.

Semua hadirin takjub melihat apa yang terjadi setelah keduanya diletakkan. Berat dua ekor sapi besar milik tuan rumah kalah dengan dua helai daun kelor yang dibacakan kalimat tahlil oleh KH Kholil.

“Lo ya, kelihatan kan, berat dua sapimu masih kalah dengan dua helai daun, padahal tadi aku baca kalimat tahlil itu bukan dua kali, tapi tiga kali,” tutur beliau, sambil tersenyum.

Semua yang hadir disitu mengetahui betapa besar karomah dan keramatnya karomah seorang ulama asli Indonesia bernama KH Kholil Bangkalan itu.

Kisah ini disampaikan dalam ngaji kitab Nashoihul Ibad pada hari Jum at 11 Desember 2020 di Masjid Jami’ Baiturrahman Ds. Tulungagung Kec.Baureno Kab. Bojonegoro. Pak kiai Ali Muntaha menceritakan karomah KH Kholil Bangkalan yaitu mengetahui isi hati seseorang.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here