Alkisah, hiduplah seorang wanita yang memilliki anak yang masih kecil (shabiy). Suatu ketika, ia sedang menyantap makanan. Di tengah-tengah aktifitas makan itu, tiba-tiba ada seorang pengemis datang kepadanya.

Pengemis tadi memohon kepada wanita ini agar diberi makanan untuk sekadar mengganjal perut. Makanan yang sedianya hendak ia habiskan untuk dirinya sendiri pun akhirnya berpindah tangan kepada pengemis tersebut. Ia hanya menyisakan satu suap saja untuk dirinya. Setelah diberi, pengemis pun pergi meninggalkan wanita ini.

Satu suap makanan sudah siap ia santap lagi. Ia mengangkat tangannya dan memasukkan sebagian makanan ke dalam mulutnya. Namun, datang lagi pengemis kedua. Akhirnya ia pun mengeluarkan lagi makanan yang berada di dalam mulutnya itu dan memberikan semua makanan yang ia miliki kepada pengemis ini. Kini, ia pun tak lagi memiliki makanan untuk dikonsumsi, barang sedikit pun.

Setelah pengemis kedua pergi, rumah si wanita ini didatangi seekor singa. Singa ini membawa lari anak si wanita. Mengetahui anaknya dibawa lari oleh singa, ia pun akhirnya meminta tolong kepada seorang lelaki untuk membantu merebut kembali anaknya dari singa itu.

Hingga akhirnya, ia berhasil menghadang si hewan buas ini. Saat itu, sang anak sudah berada di dalam mulut singa, siap untuk disantap. Dengan sekuat tenaga, si lelaki itu pun berusaha keras merebut dan mengeluarkan anak wanita tadi dari dalam mulut singa.

Akhirnya, usahanya membuahkan hasil. Si anak berhasil dikeluarkan. Si anak, oleh lelaki itu, diserahkan kepada ibunya dengan selamat.

Lelaki itu kemudian berkata, “sesuap diganti sesuap” (maksudnya, sesuap makanan yang engkau keluakan dari mulutmu, wahai wanita, dan kemudian engkau berikan kepada pengemis itu telah menjadi penyebab anakmu selamat dan bisa dikeluarkan dari mulut singa).

***

Kisah di atas terbentang dalam kitab al-Birr wa al-Shilah karya Ibnu Jauzi. Dari kisah di atas kita mengetahui betapa besarnya keajaiban dan manfaat sedekah yang kita keluarkan. Sedekah akan membuat hidup terhindar dari bahaya serta bahagia, tidak saja di dunia, namun juga di akhirat.

Allah SWT berfirman:

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Katakanlah, “Sungguh, Tuhanmu melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya.” Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik.” (QS. Saba’ [34]: 39)

Al-Kalbiy, sebagaimana ditulis al-Baghawi dalam tasfirnya, mengatakan bahwa apapun yang seseorang sedekahkan dan infakkan akan dibalas oleh Allah SWT dengan balasan yang adakalanya diberikan ketika di dunia dan adakalanya pula diberikan di akhirat kelak.

Seorang shahabat pernah mengungkapkan rasa irinya kepada Nabi, yakni iri ketika melihat sahabat lain bisa mendapat pahala yang lebih banyak karena bisa bersedekah dengan harta yang mereka miliki. Nabi SAW lalu menjelaskan bahwa sedekah bisa dengan apa saja. Bacaan tahlil, tahmid, dan menyuruh kepada kebaikan dan melarangan dari kemunkaran adalah juga sedekah. Tak hanya itu, Nabi juga mengatakan bahwa melakukan hubungan badan dengan istri juga bernilai sedekah. (HR. Muslim)

Walhasil, memang ketika sedekah, secara zahir, apa yang kita miliki akan berpindah tangan kepada orang lain, namun sejatinya itu semua akan bisa kita ambil dan nikmati hasilnya di kemudian hari, baik di dunia atau di akhirat. Sudahkah kita bersedekah hari ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here