Di Youtube, google dan mesin pencari lain, perdebatan tentang musik itu haram atau halal mungkin sama banyaknya. Kamu akan pilih mana? 

Sebut saja namanya Johan dan ia lagi demen-demennya mendalami Islam karena ia lagi merasa selama ini jauh dari agama. Ia ingin hijrah dengan kaffah, katanya. Lalu, ia mencari di google dan youtube untuk mendalami agama ini.

Ketika berselancar itu, ia kaget menemukan fakta bahwa ternyata ada ulama-ulama yang mengharamkan musik. Tidak hanya itu, ia bahkan dianjurkan untuk melenyapkan alat-alat musiknya karena itu bagian dari setan.

Ia sedih dan mulai ragu. Masak iya bener gitu musik haram?  Padahal, ia begitu mencintai musik. Khususnya band-band tahun klasik seperti The Beatles, Joan Baez, The Rolling Stones dll. Bahkan, ia beberapa kali mengcover lagu-lagi mereka di kanal ia sendiri.

Berbekal pertanyaan-pertanyaan yang menghampiri kepalanya, ia mulai mencari-cari kata kunci lain terkait halal-haram musik. Dan ia menemukan banyak sekali ulama-ulama yang berpendapat sebaliknya: membolehkan musik.

Johan pun mulai memilah konten-konten yang ia temukan di YouTube dan mulai mengerucutkan kata kunci, ia menemukan video yang kukup asyik menjelaskan asal mula perdebatan hukum musik itu haram, bener gitu? 

Lalu, ia mencari sosok ulama maupun ustadz yang memilik tafsiran yang adem terkait musik. Ia bertemu sosok ulama bernama Prof. Quraish Shihab. Ia dulu cuma tahu sekadarnya saja dan cuma sempat lihat sosoknya di Televisi. Waktu itu itu belum tertarik mengikuti.

“Berdakwah itu bisa dengan musik, berdakwah bisa dengan menggambar, bisa dengan melukis. Alangkah banyaknya gambar dan lukisan yang mengunggah hati kita untuk lebih mencintai Islam,” tutur Prof. Quraish Shihab 

Ia kian terpekur dan termenung ketika dalam kalimat yang serupa, Profesor yang juga ahli tafsir Qur’an menyebut keindahan musik yang bisa berpengaruh ke kehidupan kita, untuk jadi lebih bank.

“Alangkah banyaknya nyanyian yang kita dengar mempengaruhi kita,” tutupnya.

Johan pun kian penasaran, ia kan dalam mencari dan terus berselancar. Ia jumpa beberapa nama ulama kekinian yang pendapatnya terkait musik cukup asyik. Tidak menghukumi dengan keras.

Misalnya, ia menemukan Ustadz Adi Hidayat ketika ditanya soal musik, ia menjawab Nabi tidak serta merta menyuruh menjauh musik. Ada konteks waktu itu.

Ketika musik itu untuk kebaikan, silakan. Dalam sejarah Nabi, juga demikian. “Ketika buruk dicela Nabi, tapi ketika baik didiamkan oleh Nabi,” papar Ustadz Adi Hidayat.

Beliau juga mengingatkan, jika toh ada yang mengharamkan ya silakan saja. Boleh saja tidak sepakat soal haram-halal musik, kata beliau, tapi ketidaksepakatan itu mangan sampai membuat kita saling mencela.

Johan pun kian mencintai Islam dan ia kini paham, Islam itu agama yang indah. Dan meskipun beberapa ulama juga mengharamkan-menghalalkan musik, hal itu tidak serta  merta membuat kita paling benar sendiri seperti dalam video di bawah ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here