Khutbah Jumat I: Mensyukuri Nikmat Sehat

اَلْحَمدُ للهِ الَّذِى اَمَرَناَ بِاتِّبَاعِ اْلحَقِّ ِفى كُلِّ اُمُرٍ, أَشْهَدُاَنْ لاَاِلٰهَ اِلاَّالله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ شَهَادَةً عَبْدٍشَكُوْرِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ اٰلِه وَصَحْبِهِ عَلىَ مَمَرِّالدُّهُوْرِ. ﴿أَمَّا بَعْدُ﴾ فَيَا عِبَادَ اللهِ. إِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Maasyiral Muslimin Hafizhakumullah,

Puji syukur kepada Allah yang telah menganugerahkan kesehatan kepada kita semua. Oleh karenanya kita wajib menjaga karunia ini agar kita dapat beribadah kepada Allah dengan sebaik-baiknya. Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada kita untuk menjaga kesehatan. Di antaranya: Kebersihan tangan.

Tangan merupakan anggota tubuh yang paling mudah memindahkan penyakit apabila tangan tidak dicuci. Rasulullah bersabda: “Potonglah kuku-kumu, sesungguhnya setan itu duduk (bersembunyi) pada kuku yang panjang.”

Yang dikehendaki di sini adalah bakteri dan kuman, karena tangan yang kotor merupakan tempat bersembunyi bibit penyakit.

Baca juga: Teks Khutbah Jumat: Cinta dan kasih Islam untuk Seluruh Alam

Kebersihan mulut dan gigi. Sisa-sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut akan membusuk, dapat menimbulkan infeksi dan menyebabkan kerusakan gigi. Para ahli kesehatan menyatakan bahwa kerusakan syaraf gigi ini dapat mengakibatkan kerusakan pada syaraf lainnya. Oleh karenanya Rasulullah SAW mendorong kita agar bersiwak, sehingga Rasulullah SAW bersabda :

“Kalau saja aku tidak khawatir memberatkan ummatku, niscaya aku perintahkan bersiwak setiap kali berwudhu.” (HR. Ahmad).

Segala karunia Allah seperti isteri yang cantik, kendaraan dan rumah gampir-hampir tidak akan berharga lagi manakala kita sakit. Bahkan sakit yang dianggap paling sederhana pun semisal sakit gigi, hampir-hampir kita tidak bisa melaksanakan pekerjaan apapun dan menikmati aneka macam makanan.

Betapa mahalnya kesehatan bila diukur dengan uang dan harta benda yang kita miliki. Namun terkadang kita tidak menyadari bahwa sesesungguhnya kesehatan merupakan karunia Allah yang sangat besar, sehingga hanya untuk mengucapkan Alhamdulillah saja seringkali kita lupa.

Ada dua hal yang seringkali dilupakan orang. Pertama, kesehatan. Ketika sehat orang seringkali menunda-nunda ibadah kepada Allah. Sampai akhirnya jatuh sakit, pekerjaan tidak dapat diselesaikan, ibadah pun tidak dilaksanakan. Kedua, waktu luang. Ketika banyak waktu luang, seringkali orang merasa senang karena santai-santai, dan kemudian menunda-nunda pekerjaan. Sampai akhirnya tiba masa sulit dan sibuk, segala pekerjaan pun tidak diselesaikan dan akhirnya berantakan. Pekerjaan yang seharusnya bisa dikerjakan dengan cepat dan tepat, namun karena ditunda-tunda, tidak dapat diselesaikan dengan baik.

Rasulullah SAW bersabda: “Dua buah kenikmatan besar yang dilalaikan oleh kabanyakan orang adalah: kesehatan dan waktu luang .”(HR. Bukhari).

Maasyiral Muslimin Hafizhakumullah,

Ketika sakit, kita harus mengeluarkan banyak biaya agar dapat disembuhkan. Meskipun sakit dan sehat berhubungan dengan kekuasaan Allah, namun manusia wajib berusaha agar hidup sehat. Apabila pikiran, tubuh dan jiwa kita sehat, maka pekerjaan-pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik, dan Allah akan menganugerahi kebahagiaan hidup. Dan hal yang paling penting adalah, kita harus mempergunakan karunia kesehatan ini untuk beribadah kepada Allah.

Janganlah setelah tubuh kita lemah, setelah kita ditimpa kesusahan, setelah kita ditimpa kemiskinan atau selagi kita miskin, baru kita ingat Allah SWT. Sesungguhnya kematian mengintai setiap manusia dimanapun berada. Alangkah ruginya manakala kita mati belum sempat beribadah kepada Allah. Sesungguhnya kehidupan, kesehatan, waktu, masa muda dan kekayaan adalah karunia Allah yang sewaktu-waktu dicabut oleh Allah tanpa memberitahukan terlebih dahulu. Hidup ini seperti syurga yang dipinjamkan, Sesungguhnya kita akan kembali ke hadirat Allah.

Rasulullah SAW bersabda : “Jagalah lima perkara sebelum datang lima perkara : hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, masa mudamu sebelum tuamu, masa kayamu sebelum miskinmu.” (HR. Baihaqi)

Maasyiral Muslimin Hafizhakumullah,

Rasulullah SAW adalah orang yang senantiasa menjaga kesehatan. Beliau orang yang sangat giat di dalam menyebarkan agama Islam. Bersama-sama sahabatnya beliau berdakwah dalam tanah yang tandus, terik matahari dan dingin malam di jazirah Arab. Nabi juga mengalami peperangan yang dahsyat dengan kaum kafir. Pekerjaan ini memerlukan fisik yang sehat.

Menurut riwayat, seumur hidup Nabi SAW hanya mengalami sakit ringan dua kali. Alangkah agungnya perihidup Nabi Muhammad SAW. Kita semua memahami bahwa tanpa kesehatan, pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, kantor maupun lainnya, tidak akan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Oleh sebab itu, marilah rasa syukur atas kesehatan ini kita wujudkan dengan mempergunakan tubuh, jiwa dan pikiran kita untuk beribadah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-larangan Allah. Marilah kita jaga diri kita, keluarga dan masyarakat dalam hidup sehat dan sejahtera. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan amal kebaikan setiap hambaNya.

“Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo`a: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni`mat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.(Q.S. An Naml:19).”

باَرَكَ اللهُ ِلى وَلَكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَ يَاتِ وَالذِّكْرِ اْلحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّاوَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ.

Khutbah Jumat II: Mensyukuri Nikmat Sehat

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، وَأَحُثُّكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحًمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ اْلقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الْكَرِيْمُ وَنَحْنُ عَلَى ذلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَالشَّاكِرِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْياَءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَقَاضِيَ الْحَاجَاتِ. رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار.

عِبَادَ اللهِ! إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ  وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Baca juga teks khutbah Jumat yang lain di sini.

(AN)