Prof Quraish Shihab pernah mengatakan bahwa, hewan juga mempunyai perasaan sebagaimana manusia. Sebab, binatang adalah umat seperti manusia yang mempunyai perasaan. Bahkan, dalam Al-Qur’an Allah swt. memberikan tuntunan agar menjaga hewan.

Salah satu hewan yang sering kita jumpai, baik itu yang dipelihara oleh orang-orang maupun yang hidup bebas di pinggir-pinggir jalan adalah hewan yang bernama kucing. Hewan ini bagi sebagian orang adalah hewan yang menggemaskan. Namun, bagi sebagian lainnya hewan ini juga sering dianggap menjengkelkan, karena sering mengambil ikan dan makanan. Tetapi begitulah Allah swt. dalam menciptakan segala sesuatu, pasti ada sisi kekurangannya dan ada sisi kelebihannya.

Dibalik menggemaskan dan terkadang menjengkelkannya hewan yang bernama kucing. Ada sebuah kisah menarik tentang seekor kucing. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Khalikan dalam kitabnya Wafayat al-A’yan. Bahwa suatu hari lbnu Absyad An-Nahwi berada di atas atap masjid yang ada di Mesir. Saat itu dia sedang memakan sesuatu, dan di sekelilingnya ada banyak orang. Tiba-tiba datang seekor kucing. Melihat ada seekor kucing yang datang, orang-orang itu pun melemparkan segenggam makanan kepada kucing tersebut. Si kucing kemudian mengambil makanan tersebut dengan mulutnya. Selepas mengambil makanan, kucing tersebut kemudian pergi.

Tidak berselang lama, kucing itu pun datang lagi. Orang-orang pun melemparkan makanannya kepada kucing itu lagi. Mendapatkan makanan lagi, kucing itu pun melakukan hal yang sama. Mengambil makanan dan pergi begitu saja dengan cepat. Kejadian seperti ini pun terulang berkali-kali.

Orang-orang yang melihat kucing itu pun heran. Sebab, tidak mungkin makanan sebanyak itu hanya dimakan oleh seekor kucing.

Orang-orang itu pun penasaran dan ragu dengan kondisi kucing tersebut. Mereka kemudian mengikuti kemana kucing itu membawa makanan yang mereka berikan. Setelah diikuti, mereka mendapati kucing tersebut memanjat dinding atap masjid. Kucing tersebut kemudian turun pada suatu tempat, tepatnya di sebuah reruntuhan rumah. Ternyata, di dalam tempat tersebut ada seekor kucing buta dengan tumpukan makanan di hadapannya.

Ternyata, kucing yang mereka beri makanan dan mengambilnya berkali-kali itu tidak memakannya sendiri. Si kucing membawa makanan-makanan tersebut kepada kucing buta, meletakkannya di hadapan kucing buta supaya dimakan.

Orang-orang yang melihat hal tersebut pun langsung kagum dengan kucing tersebut. Seekor kucing yang mempunyai kepekaan terhadap kondisi kucing lainnya. Kucing buta yang kesusahan untuk memenuhi kebutuhan makannya sendiri karena keterbatasan kondisi fisiknya.

Kisah kucing di atas adalah bukti bahwa hewan juga mempunyai perasaan. Oleh sebab itulah, jangan pernah menyiksa dan menyakiti hewan. Sebab, mereka juga mempunyai perasaan sebagaimana manusia.