Setiap manusia yang terlahir ke dunia ini pasti akan merasakan pujian maupun kritikan dari orang lain. Hal ini sebagai respon kepada dirinya supaya menjadi yang lebih baik. Bahkan bukan kritik, ada juga yang dinyinyirin orang lain.

Saat seseorang mengalami kegagalan bila selalu menggubris perkataan, kritikan bahkan nyinyir dari orang lain, mereka hanya bisa menilai dari luarnya saja.

Sebaik apapun yang kita lakukan pasti juga dikomentari, apalagi jika berbuat salah sedikit saja pasti akan dibully berhari-hari bahkan berbulan-bulan.

Nabi Muhammad sebagai seorang rasul yang memiliki budi pekerti luhur pun tak lepas dari hinaan, cercaan, tuduhan, bahkan intimidasi setiap saat. Berkat kesabaran dan kasih sayangnya, lawan menjadi teman, orang yang sering mencela berubah menjadi pembela.

Fungsi Sabar

Abu al-Lais as-Samarkandi dalam Tanbih al-Ghafilin menjelaskan tentang fungsi sabar,

ﻓﻲ اﻟﺼﺒﺮ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﺷﻴﺎء: اﻟﺴﺮﻭﺭ ﻓﻲ ﻧﻔﺴﻪ، ﻭاﻟﻤﺤﻤﺪﺓ ﻋﻨﺪ اﻟﻨﺎﺱ، ﻭاﻟﺜﻮاﺏ ﻣﻦ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ

Artinya: Kesabaran Memiliki tiga fungsi. Pertama, Akan merasakan kenyamanan, ketenangan diri. Kedua, akan dipuji orang lain. Ketuga, mendapatkan pahala dari Allah.

Ketika mendapatkan nyinyir dari orang lain tak usah langsung emosi, apalagi melakukan perbuatan yang tak terpuji. Hadapi segala masalah dengan sabar karena pada prinsipnya semua akan cepat berlalu.

Kuncinya jangan mudah terpancing dengan sesuatu yang diucapkan, dilakukan orang lain yang tertuju kepada kita. Realita di masyarakat kita memang terlalu fanatik dan berlebihan dalam menyikapi sesuatu. Maka dibutuhkan kesiapan mental dengan bekal ilmu pengetahuan dan kekuatan doa sehingga hidup semakin terarah.

Kriteria Orang Sabar

Ini tanda-tanda orang sabar menurut Abdurrahman as-Sulami dalam Tabaqat As-Sufiyah mengutip jawaban dari Abdullahammad al-Khazzar ketika ditanya seseorang tentang tanda-tanda orang sabar yaitu:

ﺗﺮﻙ اﻟﺸﻜﻮﻯ ﻭﺇﺧﻔﺎء اﻟﻀﺮ ﻭاﻟﺒﻠﻮﻯ

Artinya: Tak mengeluh dan menyembunyikan kesusahan dan ujian yang ia sedang hadapi.

Menurut Imam al-Qusyairi dalam Risalahnya menjelaskan bahwa

اﻟﺼﺒﺮ ﻋﻠﻰ ﺃﻗﺴﺎﻡ: ﺻﺒﺮ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻫﻮ ﻛﺴﺐ ﻟﻠﻌﺒﺪ ﻭﺻﺒﺮ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻟﻴﺲ ﺑﻜﺴﺐ , ﻓاﻟﺼﺒﺮ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﻜﺘﺴﺐ ﻋﻠﻰ ﻗﺴﻤﻴﻦ: ﺻﺒﺮ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺃﻣﺮ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﻪ ﻭﺻﺒﺮ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻧﻬﻰ ﻋﻨﻪ ﻭﺃﻣﺎ اﻟﺼﺒﺮ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻟﻴﺲ ﺑﻤﻜﺘﺴﺐ ﻟﻠﻌﺒﺪ ﻓﺼﺒﺮﻩ ﻋﻠﻰ ﻣﻘﺎﺳﺎﺓ ﻣﺎ ﻳﺘﺼﻞ ﺑﻪ ﻣﻦ ﺣﻜﻢ اﻟﻠﻪ ﻓﻴﻤﺎ ﻳﻨﺎﻟﻪ ﻓﻴﻪ ﻣﺸﻘﺔ

Artinya: Sabar dibagi menjadi dua bagian: Pertama, Sabar yang harus dilakukan atau diusahakan oleh seorang hamba. Ini dibagi menjadi dua bagian yaitu Sabar dalam menjalankan perintah dan sabar dalam menjauhi larangan-Nya. Kedua, Sabar dengan kepasrahan tak terkait dengan dirinya yaitu sabar yang berkaitan dengan dampak atau resiko dari sebuah hukum yang telah ditetapkan oleh Allah.

Doa Agar Bertambah Kesabaran

Manusia menjadi mulia di sisi Allah dan di hadapan makhluknya karena kebaikan amal perbuatan dan akhlaknya. Tanpa adanya etika seseorang dianggap tak berharga walaupun dirinya berilmu maupun kaya raya.

Disamping itu, peranan doa sangat penting bagi kehidupan seseorang diantaranya sebagai penambah spiritual maupun mental yang kuat terutama saat menghadapi problematika kehidupan yang kian berubah.

Salah satu doa agar diberikan kesabaran serta dijadikan hamba yang bersyukur juga bertambah wibawa saat bergaul dengan masyarakat yaitu

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي صَبُوراً، وَاجْعَلْنِي شَكُورا
وَاجْعَلْنِي فِي عَيْنِي صَغِيراً وَفِي أَعْيُنِ النَّاسِ كَبِيراً

Artinya: Ya Allah jadikanlah aku sebagai orang yang sabar serta menjadi orang yang bersyukur. Dan jadikanlah diriku menjadi orang yang rendah di mataku tapi mulia di hadapan manusia.

Hal ini sesuai hadist yang diriwayatkan oleh imam Al Bazzar

عن ﺑﺮﻳﺪﺓ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﺇﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛﺎﻥ ﻳﻘﻮﻝ:
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي صَبُوراً، وَاجْعَلْنِي شَكُوراً،
وَاجْعَلْنِي فِي عَيْنِي صَغِيراً وَفِي أَعْيُنِ النَّاسِ كَبِيراً. رواه البزار

Artinya:
Diriwayatkan dari Buraidah bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berdoa: Ya Allah jadikanlah aku sebagai orang yang sabar serta menjadi orang yang bersyukur. Dan jadikanlah diriku menjadi orang yang rendah di mataku tapi mulia di hadapan manusia. (HR. Bazzar).

Menurut Imam As Syaukani dalam kitab Tuhfatut Dzakirin menjelaskan bahwa salah satu rawi hadits diatas ada Uqbah bin Abdullah Al A’sam yang dikategorikan sebagai perawi yang dhaif dalam periwayatannya. Namun imam Al Bazzar menganggap hadist diatas termasuk hadist Hasan yang boleh dijadikan dalil untuk diamalkan.

Dari sini dapat dipahami bahwa doa diatas sangat penting diamalkan agar diberikan ketabahan dan tak menjadi orang yang sombong.

Syeh Nawawi Al Bantani dalam kitab Nashoihul Ibad pernah mengutip perkataan Sahabat Ali bin Abi Thalib pernah berkata

كن عند الله خير الناس وكن عند النفس شرالناس وكن عند الناس رجلا من الناس

Jadilah kamu sebagai orang yang paling mulia di hadapan Allah dan jadilah kamu orang yang paling buruk menurut penilaianmu serta jadilah sebagaia manusia yang baik seperti dihadapan orang lain.

Maka dari itu, menjadi pribadi yang baik, tak angkuh serta bijak dalam mengambil keputusan merupakan kunci keberhasilan seseorang menjadi orang mulia di sisi Tuhannya dan di hadapan orang lain.

Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa tanda orang yang bersabar tak mudah mengeluh dengan keadaan, serta selalu berusaha positif thinking kepada Allah dalam segala kondisi yang ia rasakan tak peduli susah ataupun senang, ia sadar semuanya merupakan ujian, Dan ia akan memilih hamba-hamba-Nya yang paling sabar menghadapi semua cobaan. (AN)

Wallahu a’lam.