Sebagai “anak kandung” Ibu Pertiwi, setiap kita pastilah tidak ingin jika rumah bersama bernama Indonesia ini menjadi tidak nyaman huni. Untuk itu, setiap agenda atau kegiataan apapun yang bersifat komunal umumnya dilakukan atas nama kepentingan bangsa, ntah itu berdalih pembangunan, penyelamatan, atau apalah itu namanya.

Baru-baru ini, mantan jenderal Gatot Nurmantyo, Din Syamsudin, Rocky GerungTitik Soeharto hingga  Amien Rais mendeklarasikan gerakan KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia). Dibayangkan, KAMI akan berjuang demi mewujudkan masyarakat Indonesia sejahtera.

“KAMI adalah gerakan moral rakyat Indonesia dari berbagai elemen dan komponen yang berjuang bagi tegaknya kedaulatan negara, terciptanya kesejahteraan rakyat, dan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Ketua Komite KAMI Ahmad Yani saat membacakan Jatidiri KAMI di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8).

Belakangan, diketahui bahwa sejumlah pihak mendukung KAMI. Ini seperti dinyatakan PKS yang mengapresiasi munculnya gerakan KAMI. PKS menilai bahwa kekuatan untuk mengawasi pemerintah akan bertambah.

“Yang pertama tentu kita apresiasi semua niat baik bukan hanya KAMI, tapi juga individu dan institusi lain yang sama-sama menjaga pemerintah, karena pemerintah justru beruntung kalau ada yang jagain, karena power cenderung menyimpang kalau ada yang jagain justru bagus,” kata Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, dikutip Detik.com.

Lebih jauh, Mardani menyebut gerakan KAMI beda dengan PKS karena bukan partai politik. Meski begitu, pihaknya akan membuka peluang kerja sama sebagai mitra oposisi pemerintah.

Seirama dengan itu, PA 212 juga terbukti mendukung, kendati di saat yang sama mereka ogah bergabung dengan KAMI.

“Kita dukung dan doakan sajalah. Kan kita sudah ada wadah ANAK NKRI yang tujuannya sama. Kita saling menguatkan, insyaallah,” kata Ketua PA 212 Slamet Maarif, Kamis (20/8/2020).

Tidak saja kepada KAMI, Slamet juga memastikan bahwa PA 212 akan mendukung pihak-pihak yang berupaya memperbaiki bangsa Indonesia. Dia menegaskan PA 212 akan terus berjuang di bawah komando imam besar Habib Rizieq Syihab.

“Segala upaya untuk perbaikan bangsa oleh siapa pun agar NKRI bisa diselamatkan pasti kita dukung dan doakan semoga istikamah. Jauh sebelum KAMI lahir, kita (FPI, GNPF Ulama, dan PA 212) sudah membuat aksi nyata yang sama,” tutur Slamet.

“Terakhir, kami sudah tergabung dengan 170 lebih ormas dalam wadah ANAK NKRI yang memiliki tujuan sama. Kita akan terus berjuang juga dalam gerakan ANAK NKRI dalam komando HRS,” imbuhnya

Seberapa jauh kira-kira peran dan konsistensi KAMI dalam beroposisi? Entahlah.

Yang jelas, apapun gerakannya, menyelamatkan bangsa dan negara adalah yang utama. Soal bangsa dan negara mana yang akan diselamatkan, itu tentu saja lain diskusi. (AK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here