Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Setiap kita tentu ingin kesalahan dan dosa-dosa kita yang demikian banyak dimaafkan dan dianggap ringan oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Demikianlah cita-cita kita. Layakkah kita mendapatkannya ? Salah satu ujian yang mungkin harus kita lalui untuk menguji kelayakan kita untuk itu adalah ‘apakah kita juga sanggup memaafkan kesalahan saudara kita ?’

Mari simak penuturan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rohimahullah berikut ini.

Beliau Rohimahullah mengatakan,

“Keenam, -ini merupakan faidah yang sangat agung – Hendaklah seorang hamba benar-benar mengetahui bahwasanya balasan sesuatu itu semisal dengan perbuatannya. Bersamaan dengan itu, dirinya sendiripun merupakan orang yang pada jiwanya ada kezholiman dan berbuat dosa. Sedangkan sesungguhnya barangsiapa yang mau memaafkan orang lain (padahal dia mampu menuntut balas/haknya -pen) maka Allah akan memberikan kepada orang tersebut kemaafan atas dosa-dosanya. Serta barangsiapa yang memberikan ampunan kepada orang lain maka Allah pun akan memberikan ampunan untuk orang yang memberikan ampunan tersebut.

Jika dia benar-benar mengetahui dan yakin bahwasanya memaafkan kesalahan orang lain, menganggapnya ringan dan membalasnya dengan kebaikan padahal mereka telah berbuat buruk kepadanya, merupakan salah satu sebab agar Allah memberikan balasan untuk dirinya semisal apa yang sudah dilakukannya (berupa kemaafan). Maka Allah akan memaafkan, menganggap ringan kesalahannya dan membalasnya dengan kebaikan atas dosa-dosanya ditambah lagi maaf dan kesabaran akan dimudahkan baginya. Sehingga cukuplah faidah ini bagi orang-orang yang mau mempergunakan akalnya[1].

Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq bin ‘Abdul Muhsin Al BadrHafizhahullah mengatakan,

“Jika anda mau memaafkan orang lain maka Allah pun akan memaafkan dosa-dosa anda, kelalaian anda dalam menunaikan hak Allah Subhana wa Ta’ala. Allah Subhana wa Ta’ala akan mengganjar anda dengan kemaafan dari Nya atas kemaafaan anda tersebut. Allah Subhana wa Ta’ala pun menyukai orang-orang yang mau memaafkan kesalahan orang lain.

Jika anda memaafkan hamba-hamba Allah atas gangguan mereka kepada anda karena berharap balasan dari Allah, maka Allah Subhana wa Ta’ala pun membalas anda sesuai apa yang anda telah anda lakukan (berupa memaafkan –pen). Sehingga Allah Subhana wa Ta’ala pun akan memaafkan kesalahan dan dosa anda”[2].

Diantara dalil yang menujukkan hal ini adalah firman Allah Ta’ala,

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)”. (QS. Ar Rohman [55] : 60)

Penulis Tafsir Jalalain mengatakan, “Tidaklah balasan kebaikan berupa keta’atan melainkan kebaikan berupa kenikmatan[3].

Catatan :

Yang Allah Subhana wa Ta’ala maafkan adalah dosa seseorang yang berkaitan dengan hak Allah. Adapun dosa atau kesalahan seseorang yang berkaitan dengan hak orang lain maka harus dihalalkan ketika masih hidup di dunia. Allahu a’lam.

Sigambal, Setelah diguyur hujan deras

24 Sya’ban 1437 H, 31 Mei 2016 M

Aditya Budiman bin Usman bin Zubir

-Mudah-mudahan Allah ‘Azza wa Jalla mengampuni dosa kami, orang tua kami, atok kami dan para pendahulu generasi kami-

[1] Al Umur Al Mu’inah ‘ala Ash Shobri ‘ala Adzaa Al Kholq dengan ta’liq Syaikh ‘Abdur Rozzaq hal. 21 Terbitan Dar Al Ilmu Ash Shohih

[2] idem.

[3] Lihat Tafsir Jalalain hal. 544 terbitan Darus Salam, Riyadh, KSA.

sumber: https://alhijroh.com/adab-akhlak/maafkanlah-kesalahan-saudaramu-mudah-mudahan-allah-maafkan-kesalahanmu/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here