Padahal, selama di Tebuireng, Kiai Idris sudah mengampu sorogan rupa-rupa kitab. Lintas disiplin ilmu. Setiap tahun, ada 69 judul kitab yang didaras oleh 20 santri terpilih. Mulai dari nahwu, sharaf, fiqih, ushul fiqih, tafsir, hadis, dan masih banyak lagi. Karena itu, Kiai Idris dijuluki sebagai kitab berjalan. Setiap ada permasalahan, beliau selalu menjawabnya dengan menunjukan judul kitab rujukan, lengkap dengan nomor halamannya. Selain full mengampu sorogan kitab, setiap malam Kiai Idris selalu mengulang hafalan al-Qur’an. Ada satu santri yang menyimak hafalan beliau, dan ada satu lagi yang bertugas memijit Kiai Idris. Dan salah satu yang memijit ini adalah Kiai Ali Mustafa Yaqub.