Doa adalah ibadah. Seperti ibadah pada umumnya, doa juga memiliki aturan dan adab yang harus dipatuhi. Karena bagaimana mungkin doa kita diterima, sementara cara kita meminta tidak sopan dan tidak mengikuti aturan yang disunnahkan Rasulullah.

Sama halnya ketika kita meminta pada manusia, mereka tidak akan mau mengasih kecuali dengan cara yang sopan. Meskipun Tuhan mungkin-mungkin saja untuk menerima doa kita walaupun cara memintanya tidak sopan, karena Dia Dzat Yang Maha Kuasa. Tapi alangkah baiknya kita mengindahkan adab dan mengikuti aturan yang dianjurkan Rasulullah dan para ulama.

Di antara adab yang mesti dilakukan pada saat berdoa adalah mengangkat kedua tangan. Ini simbol permohonan dan permintaan. Dengan mengangkat tangan itu menunjukkan bahwa manusia tidak punya kuasa dan upaya di hadapan Allah SWT. Setelah berdoa biasanya, banyak orang mengusap wajah dengan kedua tangannya. Pertanyaan, bagaimana hukum mengusap wajah setelah berdoa? Apakah benar bid’ah?

Imam al-Nawawi dalam kitab al-Adzkar membuat sub bab khusus tentang masalah ini. Beliau mencantumkan dalil kebolehan mengusap wajah setelah berdoa. Di antara dalilnya adalah riwayat dari Umar bin Khattab bahwa:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا رفع يديه في الدعاء لم يحطهما حتى يمسح بهما وجهه

Artinya:

“Nabi SAW apabila mengangkat kedua tangannya pada saat berdoa, beliau tidak menurunkan tangannya, hingga mengusap wajah” (HR: Al-Tirmidzi)

Dengan demikian, tidak masalah bila kita mengusap wajah setelah berdoa. Malahan itu bagian dari sunnah Nabi. Karena berdasar kesaksian Umar bin Khattab, Rasulullah berdoa dengan mengankat kedua tangannya, dan beliau tidak menurunkan kedua tangannya sebelum mengusap wajah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here