Beberapa oknum warga Israel diduga berpesta dan minum alkohol di masjid dan kompleks Nabi Musa. Hal ini terlihat dari sebuah video menjadi viral gara-gara memposting pesta tersebut dilakukan di  kompleks masjid dan makam Nabi Musa di Tepi Barat. Otoritas Palestina dan polisi Israel saat ini sedang menyelediki kejadian yang memalukan itu.

Aksi tidak bermoral itu mengundang kecaman dari berbagai pihak. Para pejabat Palestina mengecam keras dan mempertanyakan mengapa hal tersebut dibiarkan saja. Dalam video yang beredar di media sosial memperlihatkan anak-anak muda Palestina dan Arab yang menjadi warga Israel menari dengan iringan musik techno bervolume keras sambil minum alkohol.

Dalam tayangan tersebut juga menunjukkan bahwa suasana pesta berada di kompleks makam dan masjid Nabi Musa di Tepi Barat.

Juru bicara Otoritas Palestina, Ibrahim Milhem menyatakan pihaknya sangat marah dengan kejadian yang diduga dilakukan oleh warga Israel itu. Sementara Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh, telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki hal tesebut.

Insiden tersebut membuat polemik dalam Otorita Palestina. Mereka saling menyalahkan.  “Saya tak tahu siapa yang bertanggung jawab atas tindakan berdosa ini, namun siapa pun mereka harus dihukum atas kejahatan tersebut. Masjid adalah rumah Tuhan, kesuciannya sama dengan kesucian agama itu sendiri,” kata Mahmoud al-Habbash, Penasihat Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk masalah keagamaan seperti dilansir laman BBC Indonesia.

Sementara itu  kelompok Palestina mengecam keras pesta tersebut dan dan mempertanyakan bagaimana insiden ini bisa terjadi. “Ini kejahatan … yang dilakukan ketika masjid-masjid ditutup dan para jemaah ditangkap karena dianggap melangar aturan pemerintah … bagaimana mungkin pelanggaran di masjid, di tempat suci ini, bisa dibiarkan?” kata anggota parlemen Hamas dari Tepi Barat, Nayef Rajoub.

baca juga: Kompleks Al Aqsha membara lagi

Sementara itu juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum menyebutnya pemerintah Perdana Menteri Mohammad Shtayyeh yang memberikan izin. Namun hal itu dibantah oleh pihak Otoritas Palestina dengan menegaskan tidak mengeluarkan izin pesta di tempat tersebut.

Menurut media The Times of Israel para peserta pesta tampaknya bukan warga Palestina ataupun warga Arab-Israel dari Yerusalem Timur. Saat ini pihak kepolisian Israel juga sedang melakukan investigasi terkait dugaaan oknum warga Israel di tempat suci itu.

“Ada tentara Israel di sana, namun insiden itu ditangani oleh polisi Israel dan institusi Palestina,” kata juru bicara tentara Israel tanpa merinci lebih lanjut.

Bagi Umat Islam Masjid Nabi Musa adalah salah satu tempat suci yang tempat ibadah sekaligus bersejarah yang sering dikunjungi peziarah. Masjid ini terletak di antara Yerusalem dan Jericho, sekitar 10 kilometer di utara Laut Mati. Tidak hanya itu dalam kompleks masjid terdapat kuburan umat Islam.

Disebutkan bahwa warga Palestina mempunyai tradisi mengunjungi masjid dan makam setiap musim semi dengan jalan kaki.