Orang tua adalah orang yang paling berjasa dalam hidup kita. Telah banyak ayat-ayat bahkan hadis tentang kemuliaan mereka. Tak sedikit dari mereka  yang tetap menerima keberadaan anaknya, sekalipun sang anak berada di titik terburuk sekalipun. Namun banyak dari anak yang membenci, berbuat senonoh, atau bahkan tidak menganggap orang tuanya karena mempermasalahkan hal yang sepele.

Iman, Islam, Ilham, serta hidayah manusia sepenuhnya merupakan karunia dari Allah SWT. Tidak jarang antara orang tua dan anak berbeda keyakinan. Dan dalam masalah akidah, seseorang yang berbeda keyakinan dengan kedua orang tuanya tidak boleh bertoleransi.

Tetapi di dalam masalah muamalah dan interaksi lainnya, setiap orang wajib berbuat baik, apalagi dengan kedua orang tua.

Hal ini Allah SWT jelaskan dalam al-Quran Surat al-Mumtahanah ayat 8:

لَا يَنْهٰٮكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَا تِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَا رِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَ تُقْسِطُوْۤا اِلَيْهِمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ

Artinya:

“Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.”

Dalam hadis riwayat al-Bukhari dijelaskan bahwa:

أَسْمَاءُ بِنْتُ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَتْ أَتَتْنِي أُمِّي رَاغِبَةً فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آصِلُهَا قَالَ نَعَمْ قَالَ ابْنُ عُيَيْنَةَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى فِيهَا  لَا يَنْهَاكُمْ اللَّهُ عَنْ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ

Artinya:

“Dari Sayyidah Asma’ binti Abu Bakar (W. 73 H) dia berkata, ‘Ibuku datang pada masa Nabi SAW menemuiku dalam keadaan mengharapkan baktiku, lalu saya bertanya kepada Nabi SAW, ‘Apakah saya boleh berhubungan dengannya?’ beliau menjawab, ‘Ya.’ Ibnu ‘Uyainah lalu berkata, ‘Kemudian Allah Ta’ala menurunkan ayat tentang tidak melarang kalian dari orang-orang yang tidak memerangi agama kalian (QS. Al-Mumtahanah ayat 8).’”

Maka apabila ada seorang muslim memiliki orang tua yang musyrik maka tetap baginya untuk berbuat baik dalam setiap hal, kecuali jika mereka mengangkat senjata untuk berperang.

Hadis di atas mengajarkan bahwa janganlah bersikap radikal dalam beragama, sebab Islam sangat meninggikan toleransi, dan yang perlu digaris bawahi adalah orang tua tetaplah orang tua bagaimanapun sikap dan keadaaannya, kita tetap diperintahkan untuk berbakti kepada mereka.

[One Day One Hadis program dari Pesantren Ilmu Hadis Darus-Sunnah yang didirikan Almarhum Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Ya’qub, MA. Pesantren Darus-Sunnah saat ini dalam tahap pengembangan dan pembangunan, bagi yang mau berdonasi silahkan klik link ini]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here