Seberapa banyak dari kita yang bisa mengingat Allah hingga detik ini? Jawabannya pasti beda-beda. Ada yang ingat Allah setiap jam, menit, bahkan detik, tergantung pada tingkat keimanan. Mengingat Allah atau dzikrullah menurut Ibnu Taimiyyah dalam Majmu’ al-Fatawa adalah setiap apa yang diucapkan lisan dan yang digambarkan hati yang dapat mendekatkan diri untuk ingat kepada Allah. Belajar ilmu dan mengajarkannya, kemudian memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran pun termasuk dzikir kepada Allah.

Menurut Syekh ‘Abdullah bin Hamud al-Furaih, pengertian dzikrullah ada yang umum dan ada yang khusus. Pengertiannya secara umum adalah segala sesuatu yang mencakup ibadah, seperti shalat, puasa, haji, membaca al-Qur’an, berdoa, membaca kalimat tasbih, tahmid, tamjid dan lain sebagainya. Adapun pengertiannya secara khusus adalah segala lafadz-lafadz yang telah ditetapkan seperti al-Qur’an dan lafadz-lafadz yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam hadisnya, dan dzikir teragung adalah membaca al-Quran.

Rasulullah dalam hadis riwayat Anas bin Malik bersabda:

مَا مِنْ قَوْمٍ اجْتَمَعُوا يَذْكُرُونَ اللَّهَ، لَا يُرِيدُونَ بِذَلِكَ إِلَّا وَجْهَهُ، إِلَّا نَادَاهُمْ مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ أَنْ قُومُوا مَغْفُورًا لَكُمْ، قَدْ بُدِّلَتْ سَيِّئَاتُكُمْ حَسَنَاتٍ

Artinya:

“Tidaklah sekelompok orang berkumpul berdzikir mengingat Allah, tidak mengharapkan kecuali keagungan Allah, melainkan ada malaikat dari langit yang memanggil mereka, ‘berdirilah kamu, dosa-dosa kamu telah diganti dengan kebaikan.’” (HR: Ahmad)

Dzikir bisa dilakukan sendirian ataupun berjamaah. Hadis di atas sebagai dalil kebolehan dzikir berjamaah. Bahkan, malaikat mengingatkan kepada orang yang berdzikir bahwa dosa mereka diampuni dan diganti dengan kebaikan. Hadis di atas juga menunjukkan hidup memang untuk meraih ridha Allah dan mengingat-Nya. Tidak ada yang lain.

Mereka yang waktunya berlalu tanpa ingat Allah, akan mengakibatkan penyesalan sebagaimana riwayat Imam al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman dari Sayyidah Aisyah bahwa Rasulullah SAW bersabda,  “Jika ada waktu yang dilalui manusia tanpa dzikir kepada Allah SWT, maka ia akan rugi menyesal pada hari kiamat”.

[One Day One Hadis program dari Pesantren Ilmu Hadis Darus-Sunnah yang didirikan Almarhum Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Ya’qub, MA. Pesantren Darus-Sunnah saat ini dalam tahap pengembangan dan pembangunan, bagi yang mau berdonasi silahkan klik link ini]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here