Pakaian di masa Rasulullah diproduksi dari negara lain. Ada dari Yaman, Qadar, dan Romawi. Sehingga tidak mengherankan bila ada ulama, semisal Habib bin Salim, yang mengatakan Rasulullah juga menggunakan produk pakaian non-Muslim. Sebab pada waktu itu, Yaman dan Qatar misalnya, tidak seperti sekarang yang mayoritas penduduknya sudah Muslim. Pada masa itu, Yaman dan Qatar kebanyakan masyarakatnya belum memeluk agama Islam.

Dalam kitab Syamail Muhammadiyah karya Imam al-Tirmidzi disebutkan beberapa hadis yang menjelaskan asal usul pakaian Rasulullah. Dalam bahasa lain, pakaian yang digunakan Rasulullah itu produk negara mana. Di antara hadis yang menjelaskan asal produk pakaian Rasulullah sebagai berikut:

Pertama, hadis riwayat Ibnu Ibban misalnya menjelaskan Rasulullah pernah menggunakan pakaian yang diproduksi negara Qatar. Dikisahkan bahwa:

أن النبي صلى الله عليه وسلم خرج، وهو متكئ على أسامة بن زيد، عليه ثوب قطري قد توشح به فصلى بهم

Artinya:

“Rasulullah pernah keluar rumah dengan bersender kepada Usamah bin Zaid. Beliau menggunakan pakaian (selendang) qithri (Qatar) yang dililitkan di leher atau diletakkan di bahu, dan Rasulullah memakai itu ketika shalat” (HR: Ibnu Hibban)

Kedua, dalam riwayat Anas bin Malik disebutkan bahwa:

كان أحب الثياب إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم يلبسه الحبرة

Artinya:

Pakaian yang paling disukai Rasulullah adalah al-Hibarah (HR: Al-Tirmidzi)

Hibarah adalah pakaian yang terbuat dari bahan katun, diproduksi oleh Yaman.

Ketiga, Rasulullah juga pernah menggunakan pakaian produk bangsa Romawi.

أن النبي صلى الله عليه وسلم لبس جبة رومية ضيقة الكمين

Artinya:

“Rasulullah pernah memakai Jubah dari Romawi yang kedua lengannya sempit” (HR: Al-Tirmidzi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here