Syahwat anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepada manusia. Al-Qur’an menyebutnya sebagai perhiasaan manusia (QS: Ali Imran ayat 14). Syahwat melahirkan kecintaan manusia terhadap pasangan, keturunan, harta-benda, pangkat-jabatan. Semua ini ada karena manusia memiliki syahwat. Tanpa syahwat pernikahan tidak akan ada; manusia tidak akan memiliki keturunan; tidak ada pendidikan; tidak akan ada pekerjaan.

Syahwat dapat dikatakan juga sebagai motor penggerak beradaban. Peradaban itu menurut Prof. Quraish Shihab terdiri dari tiga hal: ilmu, seni, dan etika. Kecintaan terhadap kebenaran melahirkan ilmu; kecintaan terhadap keindahan melahirkan seni; kecintaan terhadap yang baik melahirkan etika. Ketiga unsur peradaban ini bisa berkembang dan maju karena manusia memilki syahwat.

Dalam pengajian bersama Baim Wong, Prof. Quraish Shihab menjelaskan, “Sebelum Adam diturunkan ke Bumi disuruh mampir dulu ke surga. Tujuannya agar Adam bisa menciptakan bayang-bayang surga di bumi. Di surga damai, ciptakanlah kedamaian di bumi. Dalam surga segalanya ada, ciptakan itu di bumi untuk bangun peradaban. Itu sebabnya kita diberi syahwat. Syahwat itu banyak: syahwat terhadap lawan jenis, syahwat terhadap harta, dan terhadap keindahan.”

Prof. Quraish dalam buku Khilafah: Peran Manusia di Bumi memberi contoh dengan seorang ibu yang mau malahirkan seorang anak, padahal dia tahu kalau proses melahirkan anak itu sakit dan berat. Dia mau melakukan semua itu karena ada syahwat cinta terhadap anak. Demikian pula seorang bapak yang rela bekerja keras demi memenuhi kebutuhan anak dan istri. Meskipun kerja itu capek dan susah, seorang bapak tetap melakukannya karena dia memiliki syahwat cinta terhadap istri dan anaknya.

Pasangan suami-istri karena cinta terhadap anaknya berusaha mati-matian untuk memberi pendidikan terbaik kepada sang anak. Dari kecintaan terhadap anak itulah akhirnya manusia berpikir untuk mendirikan institusi pendidikan, dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Sekolah melahirkan orang pintar dan terpelajar, lulus kuliah mereka bekerja atau membuat lahan pekerjaan. Pekerjaan itu menghasilkan produk atau jasa yang bermanfaat untuk orang banyak. Begitulah kira-kira gerak peradaban. Semuanya lahir dari syahwat. Apa yang ada di dunia ini semuanya untuk memenuhi kebutuhan syahwat manusia.

Karenanya, syahwat itu normal dan sudah menjadi bagian dari fitrah manusia. Gunakan dan kendalikan syahwat supaya tidak terjerumus dalam keburukan. Mengikuti syahwat bisa menjadi ibadah apabila diarahkan untuk hal-hal kebaikan dan mengikuti aturan Allah SWT. Sebaliknya, syahwat menjadi ladang dosa apabila digunakan untuk keburukan dan kejahatan.

*Bagi yang minat buku terbaru Prof. Quraish Shihab, Khilafah: Peran Manusia di Bumi, bisa dipesan di sini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here