Kedatangan 1,2 juta vaksin Covid-19 yang tiba di Indonesia beberapa hari lalu jadi harapan baru bagi publik. Tapi, tampaknya, bagi sebagian orang, vaksin ini akan berbayar alias tidak gratis untuk semua orang.

“Kami sangat mengharapkan masyarakat yang memiliki uang bisa membantu keuangan negara dengan melakukan vaksinasi mandiri alias tidak gratis,” kata Erick Tohir seperti dikutip CNN. 

Bahkan, kata Erick, untuk beberapa perusahaan, nanti akan membantu vaksin bagi karyawannnya. Alias nanti bagi anda buruh, apa pun jenis pekerjaannya, bisa jadi akan dibayarkan oleh perusahaan. Bagus.

Lalu berapa harganya? Pemerintah belum pasti.  Harganya nanti juga akan beragam. PT Bio Farma (Persero) memprediksikan harga vaksin ini akan berada di  kisaran Rp72.500- Rp145 ribu. Namun, bisa jadi menjadi Rp200 ribu per dosis. Belum ada yang harga yang pasti emang.

Satu hal yang pasti, kita semua harus divaksin sebab itu dianggap satu-satunya jalan untuk memutus virus.

Karena satu-satunya jalan, harusnya sih ya dibuat gratis. Publik pun tidak tinggal diam dan menyerukan pemerintah Jokowi untuk membuat vaksin ini gratis, tanpa terkecuali. Salah satunya dilakukan oleh Zulfikar Amir via change.org.

“Indonesia telah gagal mengendalikan pandemi Covid-19. Kegagalan ini disebabkan terutama oleh inkompetensi Pemerintah Pusat dalam mengambil kebijakan yang tidak tepat dan tidak efektif untuk menekan penularan virus corona,” tulis Zulfikar.

Ia juga mejelaskan, sejak awal pandemi Pemerintah Joko Widodo kelihatan gagap memanfaatkan peluang yang ada untuk mencegah pandemi. Hal ini, tambahnya,  diperparah oleh kepentingan politik ekonomi yang mengorbankan kesehatan publik.

“Akibatnya, krisis pendemi memakan banyak korban, khususnya dokter dan tenaga kesehatan,” imbuhnya.

Ia pun meminta pemerintah Jokowi untuk memberikan vaksin gratis ke seluruh warga negara Indonesia tanta terkecuali. Titik. No debat.

Tapi, apakah benar-benar akan gratis? Lagi-lagi, publik hanya bisa berusaha, Pak Jokowi dan pemerintahannya yang menentukan.

Duh nasib kita rakyat jelata. [DP]