Kadaker Makkah menyebut bahwa berbagai pihak puas dengan jamaah haji Indonesia yang tertib dan rapi.

Seorang laki-laki berdiri di depan cermin merapikan pakaiannya. Sesekali ia menegakkan kain yang ada di bahunya. Maklum, ini pertama kalinya ia memakai pakaian khusus haji, ihram. Selain tidak terbiasa, ada rasa grogi pula.

“Namanya juga baru pertama kali naik haji, mas,” tandasnya kepada laki-laki di sampingnya.

Utsman (bukan nama sebenarnya) adalah jamaah haji asal Jawa Tengah. Sehari-hari ia berprofesi sebagai nelayan. Ia tidak membayangkan bisa berhaji pada tahun ini. Laki-laki agak tambun ini mulai merapalkan doa-doa. Ia berusaha membuka kembali buku doa yang dari tadi ia masukkan ke dalam tas kecilnya. Ia belum hafal betul doa-doa itu.

“Kalau belum hafal, nanti ikutin ketua rombongan aja, pak. Soalnya kalau baca buku, khawatir ketinggalan rombongan,” ujar laki-laki di samping Utsman memberi usul. “Nggeh, mas,” balas Utsman.

Salah satu keuntungan menjadi jamaah haji asal Indonesia adalah solidaritasnya. Utsman mengakuinya. Dari mulai manasik di tanah air, hingga tiba di tanah suci, Utsman terus terbantu, mulai jamaah lain hingga petugas haji yang disiapkan. Meski ia berangkat sendirian, ia merasa berangkat bersama keluarga.

Menurut temannya, jamaah haji asal Indonesia yang tidak menghafal doa-doa penting, akan tetap terbantu, karena pelafalannya dipimpin langsung oleh ketua rombongan. Jika dibandingkan dengan jamaah haji dari negara lain, jamaah haji Indonesia bisa dibilang paling kompak dan tertib.

Saat thawaf misalnya, biasanya ketua rombongan akan melafalkan doa dan dzikir, kalimat per-kalimat atau kata per-kata, setelah itu jamaah haji lain mengikutinya. Begitu seterusnya. Sehingga jamaah yang lupa atau grogi saat thawaf masih bisa merapalkan doa-doa penting.

Kekompakan jamaah haji asal Indonesia ini mendapat sorotan dari penyelenggara haji di Saudi. Pasalnya saat mengikuti berbagai ritual haji, mereka paling keras dan serempak saat membaca dzikir atau doa. Meskipun keras dan serempak, perilaku jamaah asal Indonesia tidak sampai mengganggu jamaah dari negara lain. Pihak penyelenggara dari Saudi justru memberikan apresiasi.

Kadaker (Kepala Daerah Kerja) Makkah, Mukhammad Khanif menuturkan, meskipun jamaah haji asal Indonesia melafalkan talbiyah secara serempak dan keras, namun tidak ada larangan dari Saudi. Ciri khas jamaah asal Indonesia ini dianggap sebagai bagian dari cara menuju kekhusyuan merapalkan dzikir dan talbiyah.

“Ya untuk pelafalan talbiyah dikumandangkan karena kekhusyuan jemaah dalam prosesi ibadah dan tidak ada larangan dari pemerintah Arab Saudi,” tutur Khanif kepada penulis (20/06).

Pemerintah Saudi justru melarang pengambilan gambar dan video di tempat thawaf dengan menggunakan spanduk, poster atau simbol-simbol tertentu.

“Tahun ini pemerintah Arab Saudi menerapkan adanya larangan mengambil gambar dan video di area Mataf (tempat thawaf, pen.) dengan membawa poster, spanduk, simbul simbul atau tulisan kertas, hal ini sangat dilarang,” lanjut Khanif.

Khanif meminta kepada segenap jamaah haji Indonesia untuk mematuhi aturan tersebut. Sebagai bagian penyelenggara haji dari Indonesia, Khanif juga berharap tidak ada jamaah haji yang melanggar. Karena hukumannya lumayan merepotkan.

Aturan ini tentu sangat baik diterapkan saat ini, mengingat akhir-akhir ini beberapa kali ditemukan jamaah asal Indonesia, terutama saat umrah yang secara terang-terangan membawa poster dan mendukung bakal calon tertentu. Larangan ini dibuat agar jamaah Indonesia bisa lebih khusyu’ dan khidmah dalam menjalankan berbagai rangkaian ritual haji.

 

Rapi dan tertib: Sebuah testimoni dari petugas Saudi dan pemilik hotel

Di sebuah sudut Masjidil Haram, jamaah haji asal Indonesia terlihat indah memakai pakaian ihram disertai tali tas berwarna merah yang melingkar di bahu. Bukan hanya itu saja, beberapa orang juga menggunakan ikat kepala dan topi berwarna merah. Pemandangan ini terlihat sangat indah sehingga memancing fotografer Saudi untuk mengabadikannya.

Jamaah haji asal Indonesia mulai melaksanakan umrah wajib
Jamaah haji asal Indonesia mulai melaksanakan umrah wajib. (foto: Twitter/@MuslimMakkah)

Keseragaman jamaah haji asal Indonesia ini sangat berbeda dengan jamaah haji dari negara lain yang juga sama-sama sedang melaksanakan thawaf. Dari foto di atas terlihat bahwa jamaah haji dari negara lain lebih cenderung terpisah-pisah dan memiliki atribut seragam seperti halnya JCH Indonesia.

Terkait hal ini Kadaker Makkah, Mukhammad Khanif punya jawaban khusus. Khanif mendengar langsung dari para petugas lokal Saudi bahwa jamaah haji asal Indonesia adalah jamaah yang paling tertib dan rapi, bukan hanya dalam pelaksanaan ibadah, tapi juga dalam berpakaian.

“Ya betul, jemaah haji Indonesia menurut beberapa petugas Arab Saudi menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia paling tertib dan rapih baik dalam berpakaian, dan dalam melaksanakan rangkaian ibadah haji,” jawab Khanif.

Tak hanya itu, testimoni atas ketertiban jamaah haji asal Indonesia juga diberikan langsung oleh pemilik hotel di Saudi. Hal ini juga diungkapkan oleh Khanif. Mengutip pernyataan pemilik hotel, Khanif menyampaikan, pemilik hotel sangat puas dengan jamaah Indonesia. Pasalnya, jamaah haji selalu rapi dan tidak merusak fasilitas hotel.

“Para pemilik hotel juga puas dengan jemaah haji Indonesia, yang selalu bersih dan tidak merusak fasilitas hotel,” tukas Khanif.

Teladan-teladan baik dari para jamaah haji asal Indonesia ini membuat citra warga Indonesia semakin baik di Saudi. Diharapkan, aksi-aksi baik yang telah dilakukan bisa berlangsung seterusnya dan terus membanggakan bangsa Indonesia. (AN)