Ada slogan atau ucapan selamat yang kerap kali terdengar ketika ada teman atau sanak saudara yang menikah, “Selamat menempuh ibadah terpanjang seumur hidup”. Sekilas slogan ini terdengar sangat indah dan romantis. Namun, jika ditelaah lebih dalam, makna dari ibadah itu sendiri adalah bentuk kepatuhan dan penghambaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Tentu dalam beribadah tidak akan terlepas dari godaan. Baik godaan hawa nafsu yang datang dari diri sendiri maupun godaan setan atau iblis.

Seperti halnya ibadah lain, dalam pernikahan pun banyak sekali godaan yang dapat memicu retaknya kehidupan rumah tangga. Kecurigaan yang tak berdasar, masalah sepele yang menjadi besar, dan hal-hal lain yang dapat menimbulkan perselisihan dalam rumah tangga, tak jarang berujung pada perceraian. Apabila suami atau istri sering mudah tersulut emosinya terhadap pasangannya hingga timbul percekcokan dalam rumah tangga, maka hal ini patut diwaspadai.

Mengapa demikian? Sebab ternyata ada setan yang memiliki spesialisasi bertugas merusak hubungan rumah tangga. Bahkan dalam salah satu hadis sahih riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa setan itu adalah setan yang paling hebat dari setan-setan lainnya dan mendapat pujian dari iblis. Berikut bunyi hadis tersebut :

عَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُولُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ نِعْمَ أَنْتَ. قَالَ الْأَعْمَشُ أُرَاهُ قَالَ فَيَلْتَزِمُهُ.

Dari Jabir berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air lalu mengirim bala tentaranya (untuk menggoda manusia dan menyesatkan mereka). Yang kedudukannya paling dekat dengan Iblis adalah yang paling besar godaannya (dalam menyesatkan manusia). Salah satu diantara mereka datang lalu berkata, ‘Aku telah melakukan ini dan itu,’ (maksudnya menyuruh membunuh, mencuri dan minum khamar, misalnya). Iblis pun menjawab, ‘Kau tidak melakukan apa pun.’ Hingga datanglah salah satu setan dan berkata kepada Iblis, ‘Aku tidak meninggalkan fulan hingga aku memisahkan antara dia dengan istrinya dan menjadikannya menceraikan istrinya.’ Nabi bersabda, “Kemudian iblis mendekatkan setan itu kepada dirinya dan berkata, “Ya, engkau telah melakukannya.” Al A’masy menyebutkan dalam riwayatnya, “Iblis berkata, ‘Tetaplah (menggodanya).” (HR. Muslim)

Al-Munawi dalam karyanya Faidhul Qadir menjelaskan mengenai hadis ini. Beliau berkata:

إن هذا تهويل عظيم في ذم التفريق حيث كان أعظم مقاصد اللعين لما فيه من انقطاع النسل وانصرام بني آدم توقع وقوع الزنا الذي هو أعظم الكبائر فسادا وأكثرها معرة

“Hadis ini menunjukan peringatan besar yang sangat menakutkan tentang tercelanya perceraian. Karena perceraian merupakan tujuan terbesar (Iblis) yang terlaknat sebab akan mengakibatkan terputusnya keturunan. Dan sendirinya (tidak ada pasangan suami/istri) anak keturunan Adam akan menjerumuskan mereka pada perbuatan zina yang termasuk di antara dosa besar yang paling besar, menimbulkan kerusakan dan yang paling menyulitkan” (Al-Munawi, Faidhul Qadiir, al-Maktabah at-Tijariyah al-Kubra. Juz 2, h. 408).

Dalam kitab Akamul Marjan fi Ahkamil Jann karya Imam asy-Syibli, terdapat sebuah riwayat dari Mujahid bahwa iblis itu memiliki lima anak yang masing-masing memiliki tugas yang berbeda. Salah satunya bernama Dasim. Setan Dasim inilah yang berperan menghancurkan keharmonisan rumah tangga. Ia hadir di tengah-tengah pasangan suami istri dan menampakkan aib pasangannya satu sama lain sehingga memicu kemarahan di antara keduanya, (Asy-Syibli, Akamul Marjan fi Ahkamil Jann, Maktabatul Qur’an, h. 236).

Dalam Tafsir ath-Thabari juga termaktub bahwa pengaruh setan Dasim ini akan semakin kuat jika seorang suami memasuki rumah tanpa mengucapkan salam dan tidak dalam kondisi berzikir kepada Allah SWT, (Ath-Thabari, Jami’ul Bayan fi Ta’wilil Qur’an, Muasasatur Risalah, juz 18, h. 43).

Oleh karenanya, tidak heran pernikahan disebut ibadah terpanjang karena memang godaan dan ujiannya pun sangat besar. Sampai-sampai ada setan khusus yang bertugas untuk merusak hubungan rumah tangga, dan perceraian merupakan tujuan terbesarnya.

Maka seyogyanya bagi seseorang yang ingin menikah mempelajari “ilmu”nya terlebih dahulu. Baik itu ilmu agama, psikologi pernikahan, finansial, parenting, dan ilmu lainnya yang dibutuhkan. Dan bagi yang sudah menikah, agar bisa mengatur emosinya dan memperbanyak berzikir, berta’awuz, dan beristighfar kepada Allah agar dilindungi dari godaan setan yang akan merusak pernikahan. (AN)

Wallahu a’lam.