Wahai Saudaraku Seiman…

Pernah melihat orang yang dinasehati kemudian malah marah-marah..?!
Pernah melihat orang yang diinginkan kebaikan malah marah-marah…?!
Pernah melihat orang yang ditunjukkan kepadanya jalan yang lurus malah menyombngkan diri dan menentang-nentang memilih jalan yang dimurkai Allah Ta’ala..?!

Allah Ta’ala Berfirman:

وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللَّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْإِثْمِ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ

Artinya: “Dan jika dikatakan kepadanya “Takutlah Kepada Allah”, tibullah rasa sombong dengan (melakukan) dosa, maka cukuplah tempat yang paling pantas adalah neraka Jahannam dan sungguh ia seburuk-buruk tempat berdiam.” QS. Al Baqarah: 206.

Imam Ibnu Katsoir rahimahullah menyatakan dalam tafsiran ayat ini:

أي: إذا وُعظ هذا الفاجر في مقاله وفعاله، وقيل له: اتق الله، وانزع عن قولك وفعلك، وارجع إلى الحق -امتنع وأبى، وأخذته الحميَّة والغضب بالإثم، أي: بسبب ما اشتمل عليه من الآثام

Artinya: “Maksudnya adalah jika diberi nasehat orang Fajir (banyak dosa) ini tentang perbuatan dan perkataannya, dan diakatakan kepadanya: “Takutlah kepada Allah (atas dosamu)”, dan tinggalkanl;ah ucapan dan perbuatanmu, kembalilah kepada kebenaran, maka ia menahan diri dan enggan untuk menerima dan timbul dai dirinya rasa fanatik dan murka dengan dosanya, maksudnya adalah disebabkan apa yang ia kerjakan dari dosanya.” Lihat Tafsir Ibnu Katsir pada ayat ini.

Wahai saudaraku seiman…
Oleh karenanya TERIMALAH NASEHAT DARI SEORANG YANG MENASEHATIMU.
Terimalah nasehat, walau itu dari anakmu
Terimalah nasehat, walau itu dari adikmu
Terimalah nasehat, walau itu dari muridmu
Terimalah nasehat, walau itu dari pembantumu
Terimalah nasehat, walau itu dari istrimu
Terimalah nasehat, walau itu dari seorang yang lebih bodoh darimu
Terimalah nasehat, walau itu dari seorang IBLIS TUKANG DUSTA

Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda kepada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ketika Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menerima amalan ayat Kursi dibaca sebelum tidur:

« أَمَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ، تَعْلَمُ مَنْ تُخَاطِبُ مُنْذُ ثَلاَثِ لَيَالٍ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ » . قَالَ لاَ . قَالَ « ذَاكَ شَيْطَانٌ »

Artinya: “Adapun sesungguhnya ia telah berkata benar kepadamu dan ia adalah tukang dusta, apakah kamu mengetahui siapakah yang kamu bicarai selama tiga hari ini, wahai Abu Hurairah?”, beliau menjawab: “Tidak”, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ia adalah Syaithan (Iblis).” HR. Bukhari.

Wahai Saudaraku…
Menerima nasehat adalah TANDA KEBERSIHAN HATI DAN KEIMANAN
menerima nasehat adalah kewajiban bagi setiap orang beriman.

الْكَلِمَةُ الْحِكْمَةُ ضَالَّةُ الْمُؤْمِنِ فَحَيْثُ وَجَدَهَا فَهُوَ أَحَقُّ بِهَا

Artinya: “Hikmah adalah sesuatu yang hilang dari seorang beriman, dimanapun ia mendapatkannya maka ia adalah paling berhak mengambilnya.” HR. Tirmidzi.

semoga bermanfaat. 
Ditulis oleh Ahmad Zainuddin 
Kamis, 23 Rajab 1435H 

Masjid Imam Syafi’i, Banjarmasin

sumber: http://www.dakwahsunnah.com/artikel/keluarga-muslim/464-sifat-buruk-manusia-tidak-mau-menerima-nasehat-malah-menyombongkan-diri