Di tengah kehidupan beragama masyarakat yang plural masih sering kita saksikan kekerasan atas nama agama bermunculan silih berganti. Caci maki, fitnah, hujatan, ujaran kebencian, pemaksaan kehendak, merasa benar sendiri, saling cakar berebut benar, sikap intoleran terhadap perbedaan identitas, ceramah dengan wajah penuh amarah, berkata kotor, provokasi agar memusuhi dan melawan pemerintahan yang sah, berusaha mengganti NKRI dengan sistem khilafah islamiyah, menganggap Pancasila, UUD 1945, dan semua aturan buatan manusia adalah “thaghut”, pengkafiran terhadap sesama muslim, memusuhi dan memerangi non muslim, menghalalkan darah sesama manusia, hingga terorisme adalah sederet masalah krusial yang menjadi hal biasa yang kita saksikan sehari-hari. Semua yang dilarang oleh ajaran Islam itu justru semakin subur di tengah kemunculan semangat beragama. Jelas semangat beragama yang melahirkan sikap keras demikian itu tidak dilandasi ilmu dan bimbingan yang benar dari ulama dalam artian yang sesungguhnya.