Korban agresi militer Israel terus bertambah.  Data  menunjukkan ada  217, termasuk 63 anak-anak dan 36 wanita telah tewas dalam konflik berdarah ini. Korban terus bertambah di tengah upaya damai yang diserukan banyak pihak.

Serangan Israel selama seminggu ini juga mengakibatkan 1.400 orang luka-luka. Beberapa organisasi internasional telah menyerukan untuk segera dilakukan upaya damai. Salah satunya dilakukan oleh dewan keamanan PBB namun dalam sidangnya berakhir tanpa pernyataan apa pun.

Dalam serangan 25 menit semalam, 52 pesawat Israel menyerang terowongan Hamas di Jalur Gaza selatan. Dikatakan 40 target diserang dalam operasi semalam

Badan kemanusiaan PBB i mengatakan ada 450 bangunan di Jalur Gaza telah hancur atau rusak parah, termasuk enam rumah sakit dan sembilan pusat kesehatan.  Ada sekitar 48.000 dari 52.000 pengungsi telah pergi ke 58 sekolah yang dikelola PBB.

Masih seringnya pengeboman secara sporadis di Gaza, membuat warganya harus tetap terjaga sepanjang waktu. Randa Abu Sultan, 45, mengatakan keluarganya tidak lagi tahu apa itu tidur.

“Kami semua ketakutan dengan suara ledakan, rudal, dan jet tempur,” kata ibu tujuh anak ini seperti dilansir dari laman arabnews.com

Krisis kemanusiaan semakin parah konvoi truk bantuan internasional yang mulai meluncur ke Gaza melalui sebuah perlintasan perbatasan dari Israel, Kerem Shalom, tidak boleh masuk. Alasannya banyak serangan mortir di daerah tersebut.

Sementara itu pertemuan Dewan Keamanan PBB bubar tanpa mengeluarkan pernyataan. Tetapi Prancis mengatakan bahwa telah mengusulkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata. Saat ini dalam proses koordinasi dengan negara tetangga Israel, seperti Mesir dan Yordania. Sedangkan Zhang Jun, duta besar Beijing untuk PBB, mengatakan kepada wartawan bahwa timnya telah mendengar proposal gencatan senjata Prancis dan China ikut mendukung.

Prancis dan Mesir telah mendorong kesepakatan gencatan senjata, dan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell pada Selasa mendukung seruan berlipat ganda untuk itu. Dia juga mendesak militer Israel untuk bertindak secara “proporsional”. Upaya damai dilakukan di tengah korban agresi militer Israel terus bertambah