-Masih Ingat gak mungkin waktu kecil kita sering bilang “Permisi mbah numpang lewat”, ketika mau lewat pohon angker

-Atau latihan uji nyali lewat depan kuburan gelap, dan pada takut semuanya, ketika ada yang berani maka akan dianggap hebat, padahal yang berani tadi bisa jadi “dag dig dug” tegang ketika lewat sambil baca-baca mantra atau permisi

-Nah ini yang perlu diperbaiki bersama mengenai “Tauhid dan aqidah” kita

-Tauhid ini sangat penting, perintah terbesar dalam agama melebihi kewajiban shalat, puasa zakat dll (walaupun sama-sama  wajib)

-jadi begini, yang namanya rasa takut dalam pelajaran tauhid ada dua secara umum:
1. Takut ibadah
2. Takut thabi’i (tabiat)

-Nah kalau rasa takut thabi’i itu misalnya takut sama ular beracun, takut mati takut sama singa, itu wajar sebagai manusia

-Kalau takut dengan kuburan dan tempat angker, ini gak wajar (kecuali tempat angker banyak tukang palak atau rampok ya wajar takut)

-Mengapa? Karena aqidah kita mengajarkan orang yang sudah mati tidak akan bisa masuk alam dunia, jadi tidak perlu takut lewat kuburan

-Begitu juga dengan lewat pohon angker,
akidah kita mengajarkan bahwa JIN ITU HUKUM ASALNYA TAKUT DENGAN MANUSIA

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلاً

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan , Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami LEBIHKAN mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”(Al-Israa’ : 70)

-Nah karena kita yang merendahkan diri duluan, mereka jadi berani, awalnya pohon itu biasa aja jadinya banyak jin yang tinggal karena di keramatkan bahkan dikasi sesaji

-Rasa takut hanya kepada Allah (kalau taku thabi’i wajar ya) dan ini bisa MENGURANGI TAUHID SESEORANG

-Satu lagi, ini jadi bukti bahwa pelajaran tauhid perlu diulang-ulang bahkan menjadi pelajaran seumur hidup

-Kalau belajar fikh wudhu misalnya, sekali saja bisa jadi bisa akan tetapi tauhid karena terkait keimanan perlu diulang-ulang

-Misalnya setelah ikut kajian tauhid berani lewat kuburan, tapi setelah beberapa lama ingat film horor dulu (atau malah nonton), takut lagi lewat kuburan dan lisan otomatis lagi bilang “permisi mbah”

-Ayo, kita muslim diajarkan cerdas berpikir, sudah gak takut lewat kuburan dan tempat angker lagi kan

-Semoga kita bisa menjadi hamba yang bertauhid murni sehingga bisa masuk surga tanpa hisab. Amin

@Laboratorium Klinik RSUP DR. Sardjito, Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

sumber: https://muslimafiyah.com/sudah-gak-zaman-lagi-takut-lewat-kuburan-atau-tempat-angker.html